Olahraga

Pengprov TI Sumsel Matangkan Regenerasi, Borong 11 Medali di Prabu Challenge 9 Nasional 2026

31
×

Pengprov TI Sumsel Matangkan Regenerasi, Borong 11 Medali di Prabu Challenge 9 Nasional 2026

Sebarkan artikel ini

TANGGERANG, SUMSEL JARRAKPOS, – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Selatan menjadikan ajang Prabu Challenge 9 Nasional 2026 sebagai pijakan awal pembinaan dan seleksi jangka panjang atlet menuju agenda besar nasional. Kejuaraan yang digelar pada 16–18 Januari 2026 di Indoor Stadium Borang, Kabupaten Tangerang ini diikuti 12 provinsi dengan total sekitar 2.500 atlet dari berbagai kategori usia.

Kejuaraan yang terdaftar resmi di tersebut dinilai sebagai salah satu ajang bergengsi level nasional sekaligus ruang talent scouting atlet potensial.

Pada try out perdana awal tahun 2026 ini, Pengprov TI Sumsel menurunkan atlet kategori cadet, junior, dan senior, baik putra maupun putri. Selain mengukur kemampuan teknis, ajang ini juga menjadi seleksi awal pembentukan tim pelatda jangka panjang sebagai persiapan Kejurnas, Pra-PON, hingga PON 2027–2028.

Ketua Pengprov TI Sumsel, Hj. Meilinda, S.Sos., MM, menegaskan bahwa Prabu Challenge memiliki posisi strategis dalam kalender pembinaan atlet daerah.

“Kejuaraan Prabu Challenge 9 Nasional ini sangat penting dalam kalender pembinaan kami. Selain menjadi try out pertama tahun 2026, ajang ini juga menjadi barometer kemampuan atlet Sumatera Selatan untuk bersaing di level nasional. Dari sinilah kami memetakan potensi terbaik untuk disiapkan ke pelatda jangka panjang menuju Kejurnas, Pra-PON, dan PON 2027–2028,” ujar Meilinda.

Ia menambahkan, keikutsertaan atlet dibiayai melalui anggaran internal Pengprov TI Sumsel sebagai bentuk komitmen serius dalam pembinaan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan proses regenerasi berjalan sistematis. Atlet yang menunjukkan konsistensi dari sisi fisik, teknik, dan mental bertanding akan kami masukkan dalam program pembinaan terpusat,” tegasnya

Pelatih tim, Dwi Andriyan Fathorozi, menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara komprehensif, mencakup kesiapan fisik, penguasaan teknik, hingga mental tanding di bawah tekanan pertandingan nasional.

“Kami menilai performa atlet secara detail. Bukan hanya menang atau kalah, tetapi bagaimana strategi dijalankan, daya tahan fisik, respons terhadap tekanan, dan konsistensi teknik. Dari Prabu Challenge ini terlihat peningkatan signifikan dibanding sebelumnya karena mereka sudah menjalani program latihan terpusat,” ungkap Dwi.

Menurutnya, sistem pertandingan telah menggunakan standar nasional dan internasional, termasuk perangkat pertandingan dan kesiapan wasit, sehingga atmosfer kompetisi menyerupai kejuaraan resmi tingkat tinggi.

“Ini simulasi yang sangat baik sebelum masuk agenda yang lebih besar. Setelah try out ini, kami akan lanjutkan dengan pemusatan latihan untuk memantapkan tim pelatda,” tambahnya.

Dari ajang tersebut, Pengprov TI Sumsel berhasil membawa pulang 11 medali, terdiri atas:

2 Medali Emas

1 Medali Perak

8 Medali Perunggu

Peraih medali emas diraih oleh Ridho Ahmad Maulana dan Rico Saputra. Sementara satu medali perak dipersembahkan Agha Afdal. Delapan medali perunggu diraih oleh Rizky Restu Illahi, Ari Saputra, Cintang Mulyahati, Abdul Zaky Arsyad, Ahmad Al Fatir, M. Rifki Ramonsyah, Eliyatul Laila, dan Anggun Megriska.

Capaian ini dinilai menjadi modal awal yang positif bagi Sumatera Selatan dalam membangun kekuatan tim jangka panjang.

Ke depan, Pengprov TI Sumsel akan memfokuskan program pembinaan melalui latihan terpusat dan try out lanjutan guna menyempurnakan komposisi tim pelatda.

“Target kami bukan hanya prestasi sesaat, tetapi membangun tim yang solid dan siap bersaing di level nasional hingga multi-event. Prabu Challenge ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang menuju PON,” tutup Meilinda.

Dengan fondasi pembinaan yang terstruktur dan evaluasi berkelanjutan, Taekwondo Sumatera Selatan menegaskan kesiapannya untuk tampil kompetitif dalam peta persaingan nasional. (WNA)