PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS — Aksi vandalisme yang merusak mural hasil lomba di kawasan Jalan Jenderal Sudirman (Simpang Charitas) dan depan Kantor KONI Sumatera Selatan memicu kemarahan Dewan Kesenian Palembang (DKP).
Tindakan tersebut dinilai bukan sekadar kenakalan, melainkan bentuk nyata perusakan ruang publik dan penghinaan terhadap karya seni.
Ketua DKP, Muhamad Nasir, menegaskan bahwa pelaku vandalisme telah melampaui batas dengan merusak karya yang lahir dari kreativitas dan kerja keras para seniman lokal.
“Ini bukan sekadar coretan liar. Ini adalah perusakan terhadap karya seni, terhadap ruang publik, dan terhadap semangat berkesenian di Kota Palembang,” tegasnya, Kamis (26/3/2026).
Mural yang dirusak diketahui merupakan bagian dari kegiatan resmi yang difasilitasi pemerintah bersama DKP sebagai wadah ekspresi generasi muda.
Kehadirannya bukan hanya memperindah kota, tetapi juga menjadi simbol tumbuhnya ekosistem seni yang sehat dan produktif.
Namun, aksi vandalisme tersebut justru menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian pihak dalam menghargai ruang bersama.
“Ketika karya seni dirusak, yang hancur bukan hanya cat di dinding, tetapi juga nilai, pesan, dan identitas kota itu sendiri,” lanjut Nasir.
DKP secara tegas mengecam tindakan tersebut dan mendesak aparat kepolisian untuk tidak hanya mengusut, tetapi juga menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.
Menurut DKP, penegakan hukum yang kuat sangat penting agar tidak ada ruang bagi tindakan serupa di masa mendatang.
Selain itu, DKP juga mengingatkan bahwa menjaga fasilitas umum bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Kalau bukan kita yang menjaga kota ini, siapa lagi? Menghargai karya seni adalah bagian dari menghargai diri kita sendiri sebagai warga Palembang,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, DKP mendorong pengawasan yang lebih ketat serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga dan merawat ruang publik.
DKP menegaskan, peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah kesenian dan wajah Kota Palembang agar tetap bermartabat, kreatif, dan berbudaya. (MN)













