Palembang

Meriah! Festival Palembang Darussalam XXII Suguhkan Ragam Seni Tradisi dan Bazar UMKM

15
×

Meriah! Festival Palembang Darussalam XXII Suguhkan Ragam Seni Tradisi dan Bazar UMKM

Sebarkan artikel ini
Ketua Panitia Festival Palembang Darussalam XXII, RM Yusuf Indra Kusuma saat diwawancarai awak media (Dok)

SuaraIndo.id — Kekayaan budaya Palembang kembali mendapat panggung melalui penyelenggaraan Festival Palembang Darussalam (FPD) XXII yang berlangsung di Gedung AEKI Palembang, Rabu (24/6/2026).

Memasuki tahun ke-22 pelaksanaannya, festival ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga wadah untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

Sejak dibuka, ratusan warga dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi kegiatan. Antusiasme pengunjung terlihat saat menyaksikan beragam penampilan seni tradisi yang menjadi ciri khas Palembang.

Mulai dari atraksi pencak silat yang sarat nilai filosofi, syarofal anam yang menggambarkan kekayaan tradisi Islam Melayu, hingga cerito bebaso Palembang yang menghidupkan kembali sastra tutur warisan leluhur.

Nuansa budaya semakin terasa melalui pameran lukisan karya seniman lokal yang mengangkat berbagai tema kehidupan masyarakat Palembang.

Sementara itu, lomba mewarnai yang diikuti anak-anak menjadi salah satu upaya mengenalkan nilai budaya kepada generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.

Ketua Panitia Festival Palembang Darussalam XXII, RM Yusuf Indra Kusuma, mengatakan bahwa festival tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga dan merawat warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Palembang selama berabad-abad.

Menurutnya, tantangan pelestarian budaya saat ini semakin besar seiring derasnya perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat. Karena itu, diperlukan ruang-ruang ekspresi yang mampu mendekatkan budaya kepada generasi muda tanpa kehilangan nilai dan esensi yang terkandung di dalamnya.

“Budaya tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu. Budaya harus terus hidup, dipelajari, dipraktikkan, dan diwariskan. Melalui festival ini kami ingin menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap budaya Palembang, terutama di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberlangsungan budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab para budayawan atau komunitas seni, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga budaya, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar warisan budaya tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Festival Palembang Darussalam XXII juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut ambil bagian dengan menghadirkan berbagai produk unggulan khas daerah.

Stan-stan UMKM yang memenuhi area festival menawarkan beragam kuliner tradisional, kerajinan tangan, produk fesyen lokal, hingga berbagai hasil kreativitas masyarakat yang mencerminkan kekayaan budaya Palembang. Kehadiran bazar tersebut mendapat sambutan positif dari pengunjung yang memanfaatkan kesempatan untuk berbelanja sekaligus mendukung produk lokal.

Bagi para pelaku usaha, festival menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Di sisi lain, pengunjung memperoleh pengalaman yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga edukatif dan ekonomis.

Sinergi antara budaya dan ekonomi kreatif yang ditampilkan dalam festival ini menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi masyarakat. Budaya tidak lagi dipandang sekadar warisan masa lalu, melainkan aset yang memiliki nilai sosial, edukatif, dan ekonomi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, budayawan, pengurus Kerukunan Keluarga Palembang (KKP), serta perwakilan pemerintah daerah yang memberikan apresiasi terhadap konsistensi penyelenggaraan festival selama lebih dari dua dekade.

Bagi masyarakat Palembang, Festival Palembang Darussalam bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, festival telah menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga akar budaya di tengah dinamika kehidupan modern.

Melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan, masyarakat diajak untuk tidak hanya mengenang warisan leluhur, tetapi juga menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam membangun masa depan.

Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya daerah, Festival Palembang Darussalam XXII kembali menegaskan bahwa tradisi yang dirawat dengan baik akan tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. (NS)