PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Palembang menggelar kegiatan yang berbeda dari perayaan kemerdekaan pada umumnya.
Jika biasanya peringatan HUT RI ke- 81 diwarnai berbagai perlombaan fisik dan permainan, IPEMI Kota Palembang memilih menggelar lomba puisi dan pantun.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Semangat Kemerdekaan dan Istiqomah”, sekaligus menjadi ruang bagi kaum perempuan, khususnya ibu-ibu muslimah, untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun harapan dalam mengisi kemerdekaan.
Ketua IPEMI Kota Palembang, Ir. Nurmalina Balkoni, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap aspirasi para ibu sekaligus mendorong semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
“Jangan pernah putus asa dalam keadaan apa pun. Kita harus terus menuntut ilmu karena ilmu itu sangat penting,” kata Nurmalina. di Atrium opi mall, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai upaya membangun kualitas diri melalui ilmu pengetahuan, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat.
Ia menilai menuntut ilmu tidak harus selalu melalui pendidikan formal. Masyarakat juga dapat memperoleh pengetahuan melalui berbagai ruang pembelajaran, termasuk majelis taklim dan lingkungan sosial.
“Islam bukan hanya soal ibadah, tetapi juga bagaimana kita hidup bermasyarakat, membangun kepribadian dan akhlak,” ujarnya.
Nurmalina menambahkan, kemerdekaan yang hakiki adalah ketika manusia tidak tunduk kepada siapa pun kecuali kepada Allah SWT.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap istiqomah dan terus belajar meski menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan.
Angkat Kembali Budaya Pantun Palembang
Selain lomba puisi, IPEMI Kota Palembang juga menggelar lomba pantun. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali budaya pantun yang lekat dengan tradisi masyarakat Palembang.
Nurmalina mengatakan, pantun dipilih bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana menyampaikan pesan dengan bahasa yang santun.
“Kita ingin budaya pantun, termasuk gayung bersambut, kembali menjadi bagian dari budaya kita. Pantun itu menyampaikan pesan dengan kalimat yang santun, tetapi tetap bisa mengingatkan,” katanya.
Sementara lomba puisi diarahkan sebagai wadah bagi para peserta untuk menuangkan harapan terhadap kemajuan bangsa dan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur.
Menurut Nurmalina, cita-cita tersebut membutuhkan masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Kegiatan lomba puisi dan pantun ini juga menjadi agenda perdana yang dibuka secara lebih luas. Sebelumnya, kegiatan serupa hanya dilaksanakan secara internal di lingkungan IPEMI.
Nurmalina berharap kegiatan tersebut dapat dikembangkan pada tahun berikutnya dengan persiapan yang lebih matang dan melibatkan lebih banyak peserta.
IPEMI Palembang Sudah Berusia 9 Tahun
IPEMI merupakan organisasi yang memiliki perhatian terhadap pemberdayaan perempuan, khususnya kalangan pengusaha muslimah.
Secara nasional, IPEMI telah memasuki usia 11 tahun. Sementara IPEMI Kota Palembang saat ini telah berusia sembilan tahun dan akan memasuki usia ke-10 pada Mei tahun depan.
Nurmalina Balkoni sendiri telah dipercaya memimpin IPEMI Kota Palembang selama dua periode.
Ia berharap keberadaan IPEMI dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sentosa.
Melalui momentum HUT ke-81 RI, IPEMI Kota Palembang ingin menegaskan bahwa mengisi kemerdekaan tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan seremonial.
Menurut Nurmalina, meningkatkan ilmu pengetahuan, memperbaiki akhlak, menjaga budaya lokal, serta menyuarakan aspirasi secara santun juga merupakan bagian penting dari upaya mengisi kemerdekaan. (*)














