PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS — Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) berencana menggelar aksi damai di lingkungan Politeknik Sriwijaya (Polsri) Palembang pada Senin, 8 Desember 2025.
Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan protes terkait dugaan tidak dibayarkannya pekerjaan renovasi ruang pimpinan kampus senilai sekitar Rp200 juta.
Gabungan ormas yang akan terlibat antara lain Koalisi Aktivis Rakyat Bawah, Harimau Sumatera Bersatu, Grib Jaya Sumsel, Forum Cakar Sriwijaya, serta Koalisi Masyarakat Peduli Palembang.
Koordinator Koalisi Aktivis Rakyat Bawah, Yan Harianto, menyampaikan rencana aksi tersebut dalam rilis tertulis yang diterima Sabtu (6/12/2025) malam.
Yan hadir didampingi sejumlah pimpinan ormas, di antaranya Ketum DPP Harimau Sumatera Bersatu Satria Amri, Ketua DPC Harimau Sumatera Bersatu Soehendra Tamzil, Ketua DPD Grib Jaya Sumsel Hasbi Sanaki, Ketua Umum DPP Forum Cakar Sriwijaya Geri Wijaya, dan Koordinator Koalisi Masyarakat Peduli Palembang Rizky Pratama.
Menurut Yan, aksi tersebut merupakan respons atas dugaan penyimpangan dalam proyek renovasi yang disebut-sebut melibatkan Direktur Polsri berinisial IR.
“Kami menuntut agar Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengevaluasi serta mencopot Direktur Polsri, sekaligus memprosesnya secara hukum. Dugaan tidak dibayarnya pekerjaan proyek menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola kampus,” ujar Yan.
Ia menambahkan, laporan dugaan penyimpangan telah menjadi dasar bagi pihaknya untuk meminta klarifikasi kepada institusi terkait.
“Aksi ini adalah sarana penyampaian aspirasi dari masyarakat yang ingin mendapatkan kejelasan atas informasi yang berkembang,” katanya.
Gabungan ormas itu juga mendorong lembaga seperti KPK, BPK, dan Kejaksaan Tinggi Sumsel untuk menindaklanjuti laporan yang telah masuk sesuai prosedur.
Mereka menilai evaluasi terhadap manajemen kampus oleh kementerian terkait perlu dilakukan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
“Kami berharap proses pemeriksaan, jika dilakukan, berlangsung objektif dan transparan sehingga semua pihak memperoleh kejelasan,” ujar Yan.
Aksi yang diperkirakan melibatkan sekitar 100 peserta tersebut rencananya dipusatkan di area kantor Direktur Polsri. Koalisi menegaskan bahwa aksi akan berjalan tertib.
“Kegiatan ini direncanakan berlangsung secara damai dan tetap mematuhi aturan yang berlaku,” kata Yan menutup pernyataannya.(Rilis)














