BANYUASIN,SUMSEL JARRAKPOS.COM. – Proyek revitalisasi SD Negeri 23 Tanjung Lago, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, yang menelan anggaran negara sebesar Rp994.230.754, kembali menjadi sorotan tajam. Setelah berbagai kerusakan ditemukan pada bangunan yang baru selesai dikerjakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin akhirnya angkat bicara dan menyatakan akan menindaklanjuti temuan tersebut.kamis./2/7/26
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Adi Chandra, mengaku telah menerima informasi yang disampaikan dan berjanji segera melakukan tindak lanjut.
“Wa’alaikum salam, terima kasih informasinya dan segera kami tindak lanjuti,” ujar Adi Chandra saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Pernyataan singkat itu muncul di tengah derasnya sorotan publik terhadap kualitas proyek revitalisasi yang dinilai jauh dari harapan. Pasalnya, hasil pantauan di lapangan memperlihatkan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Lantai ruang kelas tampak jebol, papan lantai menganga hingga membahayakan keselamatan siswa, sejumlah pintu mengalami kerusakan, sementara lantai semen di beberapa bagian terlihat mengelupas meski proyek baru rampung.
Kondisi tersebut memicu tanda tanya besar. Masyarakat mempertanyakan bagaimana bangunan yang baru selesai dikerjakan dengan anggaran hampir Rp1 miliar sudah menunjukkan kerusakan di berbagai titik.
Tak hanya itu, muncul pula pengakuan dari seorang kepala tukang yang mengaku ikut mengerjakan proyek tersebut. Ia menyebut terdapat sekitar 2.000 batu bata yang tersisa setelah pekerjaan selesai dan diduga tidak lagi berada di lokasi proyek. Informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak yang bertanggung jawab, namun telah menambah panjang daftar pertanyaan mengenai pelaksanaan revitalisasi tersebut.
Sorotan juga mengarah pada dugaan adanya perbedaan antara nilai pekerjaan fisik di lapangan dengan dokumen perencanaan. Jika benar terdapat ketidaksesuaian, maka hal itu dinilai harus dijelaskan secara terbuka kepada publik mengingat proyek tersebut
menggunakan uang negara.
Masyarakat berharap langkah Dinas Pendidikan tidak berhenti pada klarifikasi administratif semata. Pemeriksaan langsung ke lokasi dinilai penting untuk memastikan kualitas bangunan serta menjamin keamanan siswa dan guru dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar.
Publik kini menunggu apakah janji tindak lanjut tersebut benar-benar diwujudkan melalui inspeksi lapangan, audit kualitas pekerjaan, hingga penelusuran terhadap seluruh proses pelaksanaan proyek revitalisasi SDN 23 Tanjung Lago.
Sebab, jika berbagai temuan itu terbukti, maka proyek yang semestinya meningkatkan kualitas pendidikan justru berpotensi menjadi contoh buruk penggunaan anggaran negara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai jadwal pemeriksaan maupun langkah konkret yang akan dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin terhadap proyek revitalisasi tersebut.(WT)














