Hukum & Kriminal

Diduga Tak Terima Diceraikan, Istri Tusuk Suami hingga Tewas di OKI

14
×

Diduga Tak Terima Diceraikan, Istri Tusuk Suami hingga Tewas di OKI

Sebarkan artikel ini

OKI, SUMSELJARRAKPOS — Persoalan rumah tangga berujung tragis di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial Anton meninggal dunia setelah mengalami belasan luka tusukan, Senin (21/9/2026).

Anton yang diketahui bertugas di Inspektorat Kabupaten OKI ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di sekitar kawasan kantor Inspektorat OKI.

Dalam peristiwa tersebut, istri korban berinisial DLA diduga terlibat. Polisi telah mengamankan DLA untuk menjalani pemeriksaan terkait peristiwa yang menewaskan Anton.

Kasus tersebut kini masih didalami aparat kepolisian untuk mengungkap secara utuh kronologi maupun motif di balik kejadian.

Informasi dari pihak keluarga menyebutkan, hubungan rumah tangga Anton dan istrinya sebelumnya memang telah mengalami keretakan.

Keduanya bahkan disebut telah berpisah selama kurang lebih satu bulan dan sedang menjalani proses perceraian.

Aziz, pihak keluarga sekaligus kuasa hukum korban, mengatakan berdasarkan keterangan keluarga, Anton sebelumnya disebut beberapa kali mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Kondisi tersebut, menurut Aziz, membuat Anton memutuskan menempuh proses perceraian.

“Korban sudah tidak tahan karena sering mendapat perlakuan kekerasan. Akhirnya mengajukan proses perceraian,” kata Aziz berdasarkan keterangan keluarga korban.

Menurut Aziz, pihak keluarga menduga persoalan rumah tangga dan proses perceraian tersebut berkaitan dengan peristiwa yang kemudian menyebabkan Anton meninggal dunia.

Ia menyebut terdapat dugaan bahwa istri korban tidak menerima keputusan Anton untuk mengakhiri rumah tangga.

Namun, dugaan mengenai motif tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

Sementara itu, Andika, salah seorang pegawai Inspektorat OKI, mengaku mendapat kabar mengenai kejadian tersebut dan langsung mendatangi lokasi.

Saat tiba di lokasi, Andika melihat Anton sudah tergeletak dalam kondisi bersimbah darah.

“Saya baru mengetahui kabarnya dan melihat Anton, namun ia sudah tergeletak bersimbah darah,” ujar Andika.

Korban disebut mengalami belasan luka tusukan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres OKI AKP M. Raka Dwi Darma membenarkan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

“Kasus masih didalami,” ujar Raka.

Menurut dia, polisi masih mengurai rangkaian kejadian dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan sejumlah informasi yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Raka juga menyebut seorang perempuan berinisial DLA telah diamankan oleh kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Meski demikian, polisi masih mendalami motif dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan Anton meninggal dunia.

Penyidik juga masih bekerja untuk memastikan konstruksi perkara berdasarkan alat bukti dan keterangan para saksi.

Hingga kini, proses hukum terhadap perkara tersebut masih berjalan. Polisi belum menyampaikan secara rinci motif maupun kronologi lengkap kejadian tersebut.

Seluruh fakta terkait dugaan keterlibatan DLA masih menunggu hasil pemeriksaan dan proses hukum yang dilakukan kepolisian.**