HMTNMP SUMSEL

Agus Darwa: Generasi Muda Harus Jadi Penggerak Pertanian dan Swasembada Pangan

6
×

Agus Darwa: Generasi Muda Harus Jadi Penggerak Pertanian dan Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS– Ketua Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (HMTN MP) Sumatera Selatan Ir. Agus Darwa, M.Si menilai generasi muda perlu mendapat ruang lebih besar untuk terlibat dalam pengembangan pertanian guna memperkuat swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

Menurut Agus, keterlibatan generasi muda tidak sebatas sebagai penerima manfaat, tetapi juga melalui pendidikan, praktik budidaya, inovasi teknologi, kewirausahaan hingga penelitian.

“Generasi muda perlu dikenalkan dengan pertanian sejak dini, diberikan ruang untuk berinovasi dan melihat sektor ini sebagai bidang yang memiliki peluang ekonomi,” kata Agus dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Ia menyebut pendekatan tersebut sejalan dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang mendorong pemanfaatan potensi lokal secara produktif.

Pelajar dan mahasiswa dapat dilibatkan melalui praktik budidaya, pembibitan, pengolahan hasil serta kewirausahaan pertanian.

“Anak muda jangan hanya melihat pertanian sebagai pekerjaan tradisional.

Di dalamnya ada teknologi, riset, kewirausahaan dan banyak peluang yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Agus juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, sekolah dan masyarakat tani untuk mengembangkan teknologi tepat guna, komoditas sesuai potensi wilayah, efisiensi produksi serta pengolahan hasil.

Di tingkat masyarakat, KWT dapat dikembangkan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, hortikultura dan pembibitan.

Sementara kelompok Pelajar Petani menjadi wadah untuk mengenalkan proses produksi pangan secara langsung.

Agus menegaskan pengurus daerah HMTN MP Sumsel harus aktif memetakan potensi wilayah, membangun komunikasi dengan masyarakat dan sekolah, serta memastikan program berjalan di lapangan.

“Pengurus daerah harus aktif menjadi penggerak. Kita tidak ingin program hanya menjadi wacana, tetapi diterjemahkan dalam kegiatan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan pertanian membutuhkan kolaborasi pemerintah, petani, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat dan generasi muda.

“Pertanian membutuhkan generasi yang mau belajar, berani mencoba dan mampu menciptakan nilai tambah.

Kalau generasi muda bergerak, sektor pertanian punya ruang yang lebih besar untuk berkembang,” pungkas Agus.**