HMTNMP SUMSEL

Penanaman Perdana GSMP di Pesantren, HMTN MP Sumsel Dorong Kemandirian Pangan

13
×

Penanaman Perdana GSMP di Pesantren, HMTN MP Sumsel Dorong Kemandirian Pangan

Sebarkan artikel ini
0-0x0-0-0#

BANYUASIN, SUMSELJARRAKPOS – Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih Sumatera Selatan (DPW HMTN MP Sumsel) bersama Yayasan Mufidatul Ilmi melaksanakan penanaman perdana Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) di Pondok Pesantren Darul Quran Mufidatul Ilmi, Kabupaten Banyuasin, Jumat (16/10/2026).

Penanaman perdana dilakukan di lahan percontohan seluas sekitar 1,5 hektare di Kecamatan Talang Kelapa, dengan menanam sekitar 2.000 batang cabai dan berbagai jenis terung. Lahan tersebut juga dikembangkan untuk komoditas hortikultura lainnya, seperti melon dan pisang.

Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan peresmian Masjid Darul Quran Mufidatul Ilmi oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, SH., MM

Turut hadir Sekda Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng, Ketua DPW HMTN MP Sumsel, Ir Agus Darwa, M.Si, Ketua Yayasan Mufidatul Ilmi, Alex Sander, S.Pd., M.Pd., anggota DPRD Sumsel, unsur Forkopimda Sumsel dan Banyuasin, serta tamu undangan lainnya. undangan lainnya.

Ketua DPW HMTN MP Sumsel, Agus Darwa, mengatakan GSMP bertujuan mendorong masyarakat beralih dari konsumen menjadi produsen pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia.

“GSMP mendorong keluarga memanfaatkan pekarangan, pot, maupun polybag untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Selain mengurangi pengeluaran rumah tangga, hasil panen berlebih juga dapat menjadi sumber pendapatan,” ujar Agus.

 

Menurutnya, pengembangan GSMP di pesantren tidak hanya mendukung produksi pangan, tetapi juga menjadi sarana praktik pertanian dan kewirausahaan bagi santri.

Hasil panen diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan dapur pesantren, sedangkan produksi berlebih dapat dipasarkan untuk menambah pemasukan.

“Santri dapat belajar langsung mulai dari menanam, merawat, hingga memanen dan memasarkan hasil pertanian.

Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal untuk berwirausaha setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren,” katanya.

Untuk mengoptimalkan budidaya, DPW HMTN MP Sumsel mendorong pendampingan dari tenaga ahli dan perguruan tinggi, khususnya fakultas pertanian.

Hal ini diperlukan agar teknik budidaya sesuai dengan kondisi lahan, termasuk karakteristik tanah yang cenderung asam dan kebutuhan air tanaman.

Program tersebut merupakan pelaksanaan GSMP kedua HMTN MP Sumsel di Kabupaten Banyuasin, setelah sebelumnya dilakukan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Kecamatan Tanjung Lago.

Agus berharap lahan percontohan ini dapat dikelola secara berkelanjutan dan menjadi model pengembangan pertanian produktif di lingkungan pendidikan.

Ketua Yayasan Mufidatul Ilmi, Alex Sander, mengapresiasi kolaborasi tersebut karena memberikan kesempatan kepada santri untuk mempraktikkan budidaya pertanian sekaligus mendukung kebutuhan pangan pesantren.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar santri memiliki keterampilan bertani, memahami nilai ekonomi hasil panen, dan mampu melihat peluang usaha sebagai bekal kemandirian setelah lulus,” ujar Alex.

Ia menambahkan, pihak yayasan berencana mengembangkan tanaman pisang untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang usaha produktif bagi pesantren.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi pelaksanaan GSMP yang mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif.

“GSMP bukan sekadar menanam, tetapi membangun kesadaran masyarakat untuk memproduksi kebutuhan pangannya sendiri,” kata Herman Deru.

Ia berharap kegiatan ini menjadi proyek percontohan bagi lingkungan pendidikan lainnya sekaligus mendukung ketahanan pangan, stabilitas harga, dan pengendalian inflasi di Sumatera Selatan.

Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim menambahkan, GSMP sejalan dengan Gerakan Tanam Sayur (Gertas) dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan edukasi gizi, dan mendukung pengendalian inflasi.

Program tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui pemberdayaan masyarakat.

“Pemanfaatan pekarangan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang menambah penghasilan dan mendorong masyarakat lebih produktif,” tutup Erwin.**