BANYUASIN,SUMSEL JARRAKPOS.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Banyuasin kembali menyisakan tanda tanya. Di tengah upaya pemadaman yang belum tuntas, tim gabungan justru menemukan dugaan adanya aktivitas pembakaran kembali di sekitar lokasi kebakaran.selasa.13/10/28
Peninjauan dilakukan langsung bersama Danrem, Kepala Dinas Kehutanan, Dandim, Kapolres, jajaran dinas terkait hingga Camat Talang Kelapa. Di lapangan, sejumlah titik api masih ditemukan dan belum sepenuhnya padam.
Yang membuat situasi kian mengundang perhatian, terdapat dugaan lahan kembali dibakar dengan alasan membersihkan sisa-sisa kebakaran.
Temuan tersebut tentu menjadi pertanyaan serius. Sebab, berdasarkan keterangan Humas PT Swadaya Indopalma, kebakaran disebut telah berlangsung hampir satu bulan, sementara kobaran api besar disebut terjadi sekitar dua pekan.
Lantas, mengapa api bisa bertahan sedemikian lama?
Apakah murni karena kondisi alam dan sulitnya medan, atau justru ada faktor lain yang selama ini luput dari pengawasan?
Pertanyaan itu kini layak dijawab secara terang.
Tim di lapangan menyebut pemadaman karhutla bukan pekerjaan mudah. Selain membutuhkan personel dan peralatan, faktor paling penting adalah ketersediaan air. Namun, di lokasi tersebut disebut terdapat sumber air yang dinilai cukup memadai untuk mendukung proses pemadaman.
Di sinilah tanda tanya besarnya.
Jika air tersedia dan penanganan dilakukan, mengapa kebakaran masih berlangsung begitu lama? Apalagi, muncul pula dugaan adanya pembakaran kembali di tengah proses penanganan.
Meski demikian, dugaan tersebut tentu tidak boleh langsung dijadikan kesimpulan. Perlu pemeriksaan, penyelidikan dan pembuktian secara menyeluruh oleh aparat berwenang.
Sebab, jika benar terdapat unsur kesengajaan atau kelalaian dalam pengelolaan lahan, persoalannya bukan lagi sekadar karhutla biasa. Ada potensi pelanggaran hukum yang harus dipertanggungjawabkan.
Dampaknya pun bukan hanya dirasakan pemilik atau pengelola lahan. Masyarakat ikut menanggung akibatnya, mulai dari kabut asap, gangguan kesehatan, terganggunya aktivitas hingga kerusakan lingkungan.
Kini publik menunggu langkah aparat. Apakah titik api hanya akan dipadamkan, atau akar persoalan juga akan dibongkar?
Jangan sampai api padam, asap menghilang, tetapi pertanyaan tentang siapa dan apa penyebab sebenarnya justru ikut menguap tanpa jawaban.(WT)












