Palembang

91 Titik Karhutla di Alang-Alang Lebar, Camat Ungkap Kendala: Pemilik Lahan Tak Berada di Palembang

13
×

91 Titik Karhutla di Alang-Alang Lebar, Camat Ungkap Kendala: Pemilik Lahan Tak Berada di Palembang

Sebarkan artikel ini
oplus_2

 

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kecamatan Alang-Alang Lebar tercatat sebagai salah satu wilayah yang cukup banyak menghadapi kejadian karhutla.

Camat Alang-Alang Lebar, Mukhtiar Hijrun, S.STP., mengatakan, wilayahnya saat ini berada di posisi kedua dalam jumlah kejadian karhutla di Kota Palembang. Sebelumnya, Kecamatan Alang-Alang Lebar sempat berada di peringkat pertama.

“Untuk karhutla, Kecamatan Alang-Alang Lebar sekarang berada di urutan kedua. Sebelumnya kami berada di peringkat pertama,” kata Hijrun, saat di temui di kantor camat Alang – Alang lebar, Selasa (6/10/2026).

Ia mengungkapkan, hingga saat ini tercatat 91 titik lahan yang terbakar di wilayah Kecamatan Alang-Alang Lebar.

Menurutnya, salah satu kendala dalam penanganan karhutla adalah status kepemilikan lahan. Sebagian lahan yang terbakar merupakan milik perorangan, sementara pemiliknya tidak berada di Palembang.

“Lahan tersebut ada yang milik pribadi. Pemiliknya tidak berada di Palembang, hanya ada anaknya. Selain lahan pribadi, ada juga lahan yang merupakan milik perusahaan,” jelasnya.

Hijrun menyebut, kebakaran lahan dapat dipicu berbagai faktor, termasuk aktivitas masyarakat yang kurang berhati-hati. Di antaranya membuang puntung rokok sembarangan hingga membakar sampah tanpa pengawasan.

“Penyebabnya salah satunya puntung rokok yang dibuang sembarangan dan membakar sampah tanpa diawasi. Karena itu kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” ungkapnya.

Untuk mencegah meluasnya karhutla, pihak kecamatan bersama kelurahan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi dilakukan hingga tingkat RT agar warga tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.

“Sosialisasi dari kelurahan sudah maksimal, terutama melalui RT. Kami terus memberikan arahan kepada masyarakat agar jangan sampai ada warga yang membakar lahan,” ujarnya.

Selain pencegahan, Kecamatan Alang-Alang Lebar juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Salah satunya dengan menyiapkan pos pemadam kebakaran di wilayah Alang-Alang Lebar.

Pihak kecamatan juga menyediakan tandon air (tedmon) berkapasitas 2.000 liter yang dapat digunakan sebagai langkah awal apabila terjadi kebakaran dan membutuhkan penanganan cepat.

“Dari kecamatan kami juga membantu warga dengan tedmon berisi air sekitar 2.000 liter. Ini sebagai persiapan apabila sewaktu-waktu diperlukan, terutama ketika masyarakat cepat menyampaikan informasi kepada kami,” kata Hijrun.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menunggu api membesar untuk melaporkan kejadian. Kecepatan informasi dinilai sangat penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan dan mencegah api meluas.

“Kalau masyarakat melihat ada titik api, segera informasikan kepada kami. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat juga penanganan bisa dilakukan,” pungkasnya. (WNA)