PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, – Perbaikan darurat kebocoran pipa transmisi berdiameter 700 milimeter di Jalan Demang Lebar Daun, tepatnya di kawasan Jembatan Bengkel PAS, memaksa Perumda Air Minum Tirta Musi Palembang menghentikan sementara distribusi air ke sebagian besar wilayah pelayanan Unit KM IV. Akibatnya, sekitar 35 ribu pelanggan terdampak gangguan pasokan air bersih.
Perbaikan dimulai pada Senin (29/6/2026). Meski estimasi awal pekerjaan hanya memerlukan waktu sekitar enam jam, proses di lapangan mengalami kendala teknis sehingga penyelesaiannya molor.
Direktur Operasional Perumda Air Minum Tirta Musi Palembang, Rahmad, S.T., menjelaskan, laporan awal mengenai kebocoran diterima pada sekitar pukul 13.00–14.00 WIB. Namun, tim terlebih dahulu melakukan identifikasi dan verifikasi untuk memastikan tingkat kerusakan sebelum memutuskan menghentikan aliran air pada pukul 20.00 WIB.
“Analisis awal kami, perbaikan diperkirakan selesai sekitar pukul 02.00 dini hari. Namun saat proses penggalian berlangsung, ruang kerja sangat terbatas karena di sekitar lokasi terdapat tiang listrik dan tiang jaringan provider sehingga penggalian tidak bisa dilakukan lebih lebar,” kata Rahmad, Selasa (30/6/2026).
Ia mengatakan, pada sekitar pukul 05.00 WIB, pekerjaan sebenarnya hampir rampung. Namun, tim menemukan salah satu komponen alat sambung di bagian bawah pipa tidak memenuhi kondisi yang dibutuhkan sehingga harus diperbaiki kembali.

“Saat ini proses penyempurnaan masih berlangsung. Mudah-mudahan dalam dua jam ke depan sudah bisa dilakukan uji coba pengaliran sehingga distribusi air kembali normal secara bertahap,” ujarnya.
Rahmad menyebutkan, dari total sekitar 38.800 pelanggan di wilayah pelayanan KM IV, sebanyak 35 ribu pelanggan terdampak gangguan. Sementara sekitar 4.000 hingga 5.000 pelanggan lainnya masih dapat dilayani melalui suplai air dari Instalasi Rambutan dan Instalasi Gandus.
Untuk mengurangi dampak gangguan, Perumda Tirta Musi mengerahkan bantuan distribusi air bersih gratis menggunakan mobil tangki dan toren ke sejumlah titik.
Prioritas distribusi diberikan kepada fasilitas umum seperti rumah sakit dan tempat ibadah menggunakan mobil tangki, sedangkan masyarakat di kawasan permukiman dilayani melalui penempatan toren berkapasitas satu meter kubik.
“Kami mengoperasikan sekitar 10 mobil tangki yang terus berkeliling mencari lokasi-lokasi yang membutuhkan bantuan air bersih. Memang bantuan ini belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, tetapi kami berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan tetap berjalan dan seluruh distribusi diberikan secara gratis,” kata Rahmad.
Ia berharap proses perbaikan dapat segera dituntaskan sehingga pengisian jaringan kembali dimulai dalam waktu sekitar dua jam. Setelah itu, booster pump di KM IV dan Simpang Polda akan dioperasikan untuk mendorong distribusi air ke jaringan pelanggan.
“Kurang lebih empat jam setelah pengisian dimulai, air diharapkan sudah kembali mengalir secara bertahap ke wilayah-wilayah terdampak,” ujar Rahmad.
Manajemen Perumda Tirta Musi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan pelayanan yang terjadi serta meminta masyarakat bersabar hingga proses perbaikan selesai sepenuhnya. (WNA)














