Sumsel.Jarrakpos.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan komitmennya menjaga persatuan dan soliditas organisasi di tengah berbagai dinamika yang berkembang.
Melalui Konferensi Kerja Provinsi I (Konkerprov I) yang digelar di Wyndham OPI Hotel Palembang, Jumat (19/6/2026), PGRI Sumsel mengajak seluruh anggota untuk tetap berpegang pada konstitusi organisasi dan mengedepankan semangat kebersamaan.
Konferensi kerja yang dihadiri perwakilan pengurus PGRI dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan tersebut dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumsel, Arinarsa.
Hadir pula Ketua III Pengurus Besar (PB) PGRI Dra. Dian Mahsunah, M.Pd., Ketua PGRI Sumsel Prof. Dr. Bukman Lian, jajaran pengurus daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel.
Ketua III PB PGRI, Dian Mahsunah, menegaskan bahwa konferensi kerja merupakan forum strategis untuk melakukan evaluasi program sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi setelah pelaksanaan kongres.
Menurutnya, kekompakan dan solidaritas merupakan fondasi utama yang harus terus dijaga agar PGRI mampu menjalankan perannya sebagai organisasi profesi guru yang kuat dan berwibawa.
“Melalui konferensi kerja ini, kami ingin terus memperkuat kebersamaan seluruh anggota. PGRI harus tetap solid, saling mendukung, dan mengedepankan semangat kekeluargaan dalam setiap langkah organisasi,” ujarnya.
Dian menambahkan, seluruh proses dan mekanisme organisasi telah diatur secara jelas dalam konstitusi PGRI. Karena itu, setiap persoalan maupun perbedaan pandangan yang muncul harus diselesaikan melalui jalur organisasi yang sah dan sesuai aturan.
Ia menegaskan bahwa Kongres PGRI merupakan forum tertinggi dalam organisasi. Kongres terakhir yang dilaksanakan pada 2024 telah melibatkan perwakilan anggota dari seluruh provinsi di Indonesia dalam menentukan kepengurusan PB PGRI.
“Konstitusi organisasi telah mengatur seluruh mekanisme secara jelas, mulai dari tingkat cabang hingga kongres. Oleh sebab itu, setiap dinamika yang terjadi harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I PGRI Sumsel, Lukman Haris, mengatakan Konkerprov I merupakan agenda rutin yang wajib dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat nasional hingga kecamatan. Tahun ini, kegiatan diikuti sebanyak 110 peserta yang mewakili seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Menurut Lukman, forum tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari evaluasi program kerja tahun 2025, penyusunan program kerja tahun 2026, hingga perumusan rekomendasi dan pernyataan sikap terhadap berbagai persoalan pendidikan maupun organisasi.
“Berbagai laporan dan pandangan dari daerah menjadi bahan evaluasi bersama untuk menyusun langkah organisasi ke depan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan anggota,” katanya.
Lukman juga menyinggung adanya dinamika organisasi yang berkembang, termasuk munculnya dualisme kepengurusan yang berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan anggota dan masyarakat.
Untuk itu, ia mengajak seluruh kader dan anggota PGRI tetap menjaga persatuan serta tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan di luar organisasi.
“Kami mengajak seluruh anggota untuk tetap menjaga persatuan dan soliditas organisasi. Jangan sampai dinamika yang ada dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan yang tidak sejalan dengan tujuan dan marwah PGRI,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Kesbangpol Sumsel, Arinarsa, berharap Konkerprov I mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat memperkuat pembangunan sektor pendidikan di Sumatera Selatan. Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam mencetak generasi unggul yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa.
Karena itu, hasil konferensi diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi PGRI, tetapi juga melahirkan gagasan dan program yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, serta kesejahteraan masyarakat.
“Hasil konferensi kerja ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi dan program strategis yang mendukung kemajuan pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Sumatera Selatan,” ujar Arinarsa.
Melalui Konkerprov I ini, PGRI Sumsel menegaskan kembali pentingnya menjaga persatuan, memperkuat konsolidasi organisasi, serta memastikan seluruh dinamika yang terjadi diselesaikan melalui mekanisme yang telah diatur dalam konstitusi organisasi.
Semangat kebersamaan tersebut diharapkan menjadi modal utama dalam memperjuangkan kepentingan guru dan memajukan dunia pendidikan di Sumatera Selatan.














