Tak Berkategori

Semangat Iduladha di Balik Jeruji, Ribuan Warga Binaan Lapas Banyuasin Khusyuk Gelar Salat Ied

2
×

Semangat Iduladha di Balik Jeruji, Ribuan Warga Binaan Lapas Banyuasin Khusyuk Gelar Salat Ied

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN,SUMSEL JARRAKPOS.COM. – Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti Lapangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuasin, Rabu (27/5/2026). Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, ribuan warga binaan tampak larut dalam doa saat mengikuti Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama jajaran petugas lapas.

Sejak pagi hari, warga binaan mulai memadati lapangan utama lapas. Mengenakan pakaian muslim serba putih dan peci hitam, mereka mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Momen ini menjadi gambaran bahwa semangat beribadah dan memperbaiki diri tetap tumbuh meski berada di dalam lapas.

Pelaksanaan Salat Ied dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dan dipimpin langsung oleh Ustaz Tarmizi Cik Nang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuasin sebagai imam sekaligus khatib.

Dalam khutbahnya, Ustaz Tarmizi mengajak seluruh jamaah menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat keimanan, keikhlasan, dan semangat berkorban demi menjadi pribadi yang lebih baik.

“Iduladha mengajarkan arti keikhlasan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Tidak ada kata terlambat untuk berubah dan memperbaiki diri,” pesan Ustaz Tarmizi di hadapan jamaah.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ibadah tahunan, melainkan bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual warga binaan.

Menurutnya, pembinaan keagamaan terus dilakukan secara konsisten agar warga binaan memiliki bekal moral dan spiritual saat kembali ke tengah masyarakat.

“Momentum Iduladha ini menjadi sarana pembinaan rohani bagi warga binaan agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri, serta menumbuhkan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Tetra.

Kegiatan Salat Iduladha berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Di tengah keterbatasan ruang gerak, suasana Iduladha di Lapas Banyuasin tetap menghadirkan makna mendalam tentang harapan, pengampunan, dan kesempatan untuk memulai lembaran baru kehidupan.(WT)