Tak Berkategori

Pekerja Pemasangan Kabel WiFi di Betung Tersengat Listrik, Diduga Abaikan K3

105
×

Pekerja Pemasangan Kabel WiFi di Betung Tersengat Listrik, Diduga Abaikan K3

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

BANYUASIN,SUMSEL JARRAKPOS.COM. — Insiden kerja kembali terjadi di Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin. Seorang pekerja pemasangan kabel WiFi dilaporkan tersengat aliran listrik saat melakukan penarikan kabel di tiang utilitas, diduga akibat minimnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Sabtu .23/5/26

Peristiwa itu sontak menggegerkan warga sekitar. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pekerja berada di atas tiang kabel yang dipenuhi jaringan listrik dan kabel telekomunikasi. Sebuah mobil pemadam kebakaran juga tampak berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi korban.

Menurut keterangan warga setempat bernama Utung, korban diduga tersengat saat melakukan pemasangan kabel tanpa perlengkapan pengaman memadai.

“Korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Sampai sekarang belum ada kabarnya. Untung cepat ditolong warga, alhamdulillah masih bisa selamat,” ujar Utung kepada warga lainnya di lokasi kejadian.

Kondisi kabel yang semrawut dan menumpuk di satu titik disebut-sebut menjadi faktor berbahaya dalam pekerjaan tersebut. Warga menilai aktivitas pemasangan kabel dilakukan terlalu nekat tanpa memperhatikan standar keamanan kerja.

“Kalau lihat dari bawah saja sudah ngeri. Kabel listrik campur kabel internet, pekerja naik tanpa pengaman lengkap. Ini sangat berisiko,” kata seorang warga.

Peristiwa ini memunculkan sorotan terhadap perusahaan penyedia layanan internet maupun pihak pelaksana lapangan yang dinilai lalai menerapkan standar K3. Padahal, pekerjaan di area jaringan listrik tegangan aktif memiliki risiko tinggi dan wajib menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai prosedur.

Warga meminta pemerintah daerah serta instansi terkait turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas pemasangan jaringan kabel di wilayah Betung. Selain membahayakan pekerja, kondisi kabel yang semrawut juga dikhawatirkan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan penyedia jaringan maupun aparat terkait mengenai identitas korban dan penyebab pasti insiden tersebut.(WT)