Tak Berkategori

Sampah Berserakan di Jalan Sengkiong, Warga Talang Kelapa Soroti Lemahnya Penanganan DLH Banyuasin

68
×

Sampah Berserakan di Jalan Sengkiong, Warga Talang Kelapa Soroti Lemahnya Penanganan DLH Banyuasin

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN,SUMSEL JARRAKPOS.COM. — Tumpukan sampah rumah tangga yang berserakan di ruas Jalan Sengkiong, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, kembali dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Kondisi ini dinilai bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara yang melintas setiap hari.

Pantauan di lokasi, Sabtu (9/5/2026), sampah plastik, sisa makanan hingga limbah rumah tangga tampak tercecer di badan jalan kabupaten yang menghubungkan kawasan permukiman warga. Aroma menyengat tercium dari tumpukan sampah yang mulai membusuk.

“Kalau hujan jalan jadi licin karena sampah bercampur air. Pengendara motor harus ekstra hati-hati,” ujar seorang warga sekitar.

Sepri, menilai persoalan sampah di Kecamatan Talang Kelapa bukan lagi masalah baru. Namun hingga kini, belum terlihat langkah konkret maupun solusi permanen dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, masyarakat justru kerap disalahkan karena dianggap tidak disiplin membuang sampah dan enggan membayar iuran kebersihan kepada petugas pengangkut sampah.

“Pemerintah sering menyalahkan warga karena tidak bayar uang sampah. Tapi pertanyaannya, apakah fasilitas tempat pembuangan sampah sudah tersedia dan memadai?” kata warga lainnya dengan nada kecewa.

Minimnya fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS), lemahnya pengawasan, hingga tidak konsistennya pengangkutan sampah disebut menjadi akar persoalan yang terus berulang. Akibatnya, sejumlah titik jalan di Talang Kelapa berubah menjadi lokasi pembuangan liar.

Kondisi ini juga memunculkan kesan bahwa persoalan sampah di Banyuasin belum menjadi prioritas serius pemerintah daerah. Padahal, selain merusak pemandangan, tumpukan sampah di pinggir dan tengah jalan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas serta menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.

Warga berharap DLH Banyuasin tidak hanya mengandalkan imbauan kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan solusi nyata seperti penyediaan TPS, pengangkutan rutin, serta penegakan aturan terhadap pembuang sampah sembarangan.

“Jangan masyarakat terus yang disalahkan. Pemerintah juga harus hadir memberi solusi,” tegas Sepri.(WT)