PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS— Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-8 dengan penuh makna. Perayaan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran dangdut sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat.
Ketua KKPP, Kgs M. Riduan, menegaskan bahwa perjalanan organisasi selama delapan tahun ini merupakan bagian dari perjalanan panjang budaya itu sendiri.
“Hari ini kita tidak hanya merayakan usia organisasi, tetapi juga merayakan perjalanan bunyi dan kebudayaan,” ujarnya.
Sejak berdiri, KKPP memiliki komitmen menjadikan dangdut bukan hanya sebagai hiburan semata, melainkan sebagai representasi suara rakyat yang sarat akan nilai cinta, perjuangan, dan harapan.
Di Kota Palembang, eksistensi dangdut terus berkembang dan diwariskan lintas generasi. Perkembangannya tidak terlepas dari pengaruh tokoh besar seperti Rhoma Irama, yang berhasil mengangkat dangdut dari musik pinggiran menjadi budaya populer yang diakui secara luas. Bahkan kini, dangdut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Dalam rangkaian perayaan HUT ke-8 ini, KKPP juga meluncurkan program Bintang Dangdut Plus (BD Plus).
Program tersebut dirancang bukan sekadar sebagai ajang kompetisi, tetapi sebagai wadah pembinaan bagi generasi muda pecinta dangdut.
Riduan menjelaskan, konsep “Plus” menjadi pembeda utama dalam program ini. Peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan vokal, tetapi juga dari karakter, etika, serta pemahaman terhadap budaya lokal.
“Ini bukan hanya soal suara, tapi juga bagaimana mereka membawa diri sebagai entertainer yang berbudaya,” tegasnya, Selasa (7/4/2026).
Pembina KKPP, Vebri Alintani, menilai BD Plus sebagai langkah strategis dalam mencetak generasi dangdut yang tidak hanya berbakat, tetapi juga berkarakter.
Senada dengan itu, Ketua DKP, M. Nasir, menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan dangdut tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang menjadi akar utamanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Reynaldo, optimistis program BD Plus akan menjadi panggung lahirnya bintang-bintang dangdut baru dari Palembang yang siap bersaing di tingkat lebih luas.
Perayaan HUT ke-8 KKPP pada akhirnya tidak hanya menjadi refleksi perjalanan organisasi, tetapi juga penegasan komitmen untuk terus menjaga harmoni dan melestarikan dangdut sebagai warisan budaya.
“Mari kita jaga harmoni dan wariskan dangdut yang berbudaya untuk generasi berikutnya,” tutup Riduan. (MN)













