JAKARTA, SUMSELJARRAKPOS – Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Tri Sutrisno, wafat pada 2 Februari di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD) Jakarta dalam usia 90 tahun.
Kepergian tokoh militer dan negarawan senior tersebut meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia.
Presiden Gebrakan Anti Narkotika Nusantara (GANN), Raden Ayu Dewi Gumay, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan Wakil Presiden RI tersebut.
Ia menilai Indonesia kehilangan figur pemimpin yang dikenal disiplin, tegas, dan memiliki rekam jejak pengabdian panjang untuk negara.
“Bangsa ini kehilangan seorang pahlawan dan negarawan yang telah memberikan dedikasi terbaiknya.
Beliau sosok pekerja keras dan penuh integritas,” ujar Dewi dalam keterangan tertulis, pada Selasa (3/3/2026).
Wanita yang akrab disapa Degum ini mengaku memiliki kenangan pribadi dengan almarhum saat Tri Sutrisno menjabat sebagai Panglima Kodam II/Sriwijaya di Sumatera Selatan pada awal 1980-an.
Saat itu, ia mewakili Sumatera Selatan sebagai kontingen inti dalam Jambore Asia Pasifik 1981 yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur.
Menurutnya, Tri Sutrisno aktif membina generasi muda melalui berbagai kegiatan kebangsaan dan Gerakan Pramuka, termasuk pelepasan kontingen Jambore serta kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan di Palembang.
“Beliau sangat dekat dengan masyarakat dan memberi perhatian besar kepada generasi muda. Itu yang kami rasakan langsung,” katanya.
Degum menambahkan, nilai kedisiplinan dan integritas yang diwariskan Tri Sutrisno menjadi teladan bagi generasi saat ini, khususnya dalam membangun bangsa yang berkarakter dan bebas dari narkotika.
“Kita semua kehilangan sosok besar. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya. ***














