DaerahPalembang

Kejati Sumsel Dikepung Karangan Bunga, Publik Apresiasi Ketegasan Lindungi Guru

79
×

Kejati Sumsel Dikepung Karangan Bunga, Publik Apresiasi Ketegasan Lindungi Guru

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS – Gelombang dukungan terhadap aparat penegak hukum terus mengalir. Senin (2/3/2026), halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) dipenuhi ratusan karangan bunga dari berbagai kalangan masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas langkah tegas dalam melindungi para guru dari dugaan tekanan oknum tertentu.

Pantauan di lokasi, deretan papan bunga berwarna mencolok berjejer rapi di sepanjang sisi depan gedung.

Beragam pesan dukungan dan ucapan terima kasih terpampang jelas, ditujukan kepada jajaran kejaksaan yang dinilai berani dan konsisten dalam menindak oknum LSM yang diduga meresahkan dunia pendidikan.

Ucapan apresiasi tersebut datang dari guru, perwakilan sekolah, hingga komunitas pendidikan.

Mereka mengaku merasa lebih tenang dan terlindungi setelah aparat mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang disebut kerap menimbulkan tekanan di lingkungan sekolah.

Sebelumnya, penindakan terhadap oknum LSM yang diduga melakukan praktik tidak semestinya terhadap sejumlah tenaga pendidik memang menyita perhatian publik.

Langkah hukum yang ditempuh aparat dinilai memberikan rasa aman sekaligus kepastian hukum bagi para guru yang selama ini merasa terintimidasi.

Pemandangan ratusan karangan bunga itu pun menyita perhatian pengguna jalan yang melintas di sekitar kantor Kejati Sumsel.

Tidak sedikit pengendara memperlambat laju kendaraan untuk membaca pesan-pesan dukungan yang terpampang di setiap papan bunga.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Banyuasin, Giovani SH MH, menegaskan bahwa langkah hukum yang diambil merupakan bentuk komitmen aparat dalam menegakkan aturan serta memberikan efek jera.

“Penegakan hukum ini dilakukan untuk memberikan efek jera dan memastikan tidak ada lagi pihak-pihak yang meresahkan atau menekan para guru,” tegasnya.

Masyarakat berharap, apresiasi yang mengalir ini dapat menjadi penyemangat bagi aparat penegak hukum untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme.

Ketegasan dalam menindak oknum yang merugikan publik dinilai sebagai wujud nyata keberpihakan terhadap keadilan dan perlindungan dunia pendidikan di Sumatera Selatan. (HSP