Olahraga

Squash Walikota Cup Palembang Digelar, Pemkot Dorong Pembinaan Atlet Meski Fasilitas Terbatas

14
×

Squash Walikota Cup Palembang Digelar, Pemkot Dorong Pembinaan Atlet Meski Fasilitas Terbatas

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Kejuaraan Daerah Squash Piala Walikota Cup Kota Palembang kembali digelar untuk tahun kedua di Venue Squash Tribun Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (20/12/2025). Ajang ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam mengembangkan cabang olahraga squash yang dinilai belum sepenuhnya memasyarakat.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Palembang, Dr. Ahmad Omar Damrah, yang mewakili Walikota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., menegaskan pemerintah daerah memberikan apresiasi penuh terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Menurutnya, meski squash belum sepopuler cabang olahraga lainnya, pembinaan harus tetap berjalan dengan pendekatan modern, termasuk pemanfaatan digitalisasi untuk sosialisasi.

“Cabor squash ini memang belum begitu dikenal luas masyarakat. Karena itu, pembinaan dan pencarian bibit atlet harus terus dilakukan, termasuk melalui sosialisasi yang lebih masif dan memanfaatkan teknologi digital. Pemerintah Kota Palembang tentu akan men-support upaya ini demi peningkatan prestasi atlet dan citra olahraga Kota Palembang,” ujar Ahmad Omar Damrah.

Ia menekankan, dukungan terhadap atlet tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif pengurus cabang olahraga, khususnya dalam pembinaan fisik dan peningkatan prestasi.

Oplus_131072

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Squash Indonesia (PSI) Sumatera Selatan, Ir. Agus Darwa, M.Si., mengakui squash masih menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi fasilitas.

Ia menjelaskan, squash awalnya dikenal sebagai olahraga kalangan elit di negara asalnya, sehingga perkembangannya di Indonesia, termasuk Sumatera Selatan, relatif lambat.

“Squash ini bukan olahraga masyarakat yang mudah diakses. Sarana dan prasarana menjadi kendala utama karena membutuhkan gedung khusus yang tertutup dan berpendingin. Ini membuat perkembangannya berjalan pelan, bukan hanya di Sumsel, tetapi juga di daerah lain,” jelas Agus Darwa.

Meski demikian, ia menyebutkan PSI Sumsel terus melakukan sosialisasi ke kabupaten dan kota. Hingga saat ini, telah terbentuk 10 pengurus cabang kabupaten/kota, termasuk Kota Palembang yang dinilai paling aktif.

Agus Darwa optimistis, pada 2026 mendatang sejumlah daerah di Sumsel akan mulai membangun fasilitas squash, meski masih dalam bentuk sederhana.
“Yang penting semangatnya dulu. Bagaimana squash ini dikenal, atletnya termotivasi, dan memiliki mental juara. Palembang sudah menjadi contoh dengan kegiatan yang rutin dan konsisten,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Squash Kota Palembang, Muhammad Ali Ruben, S.H., M.H., menyebut Walikota Cup tahun ini diikuti sekitar 30 peserta, dengan dua kategori yakni kelas umum dan kelas umur.

Peserta didominasi atlet muda, bahkan sebagian masih berusia di bawah tingkat SMP. Hal ini, kata Ruben, sesuai dengan tujuan utama kejuaraan, yakni mencari bibit-bibit atlet potensial.

“Sejak awal, kegiatan ini memang difokuskan untuk pembinaan dan pencarian bibit prestasi. Pesan Pak Walikota jelas, pembinaan harus terus ditingkatkan,” ujar Ruben.

Ia menambahkan, Palembang saat ini menjadi lumbung atlet squash Sumatera Selatan. Sekitar 90 persen atlet squash Sumsel berasal dari Kota Palembang, sehingga pembinaan berkelanjutan menjadi kunci.

Ke depan, atlet-atlet terbaik dari Walikota Cup akan dipersiapkan untuk menghadapi Kejuaraan Nasional yang dijadwalkan berlangsung di Bandung dan Jakarta pada tahun 2026.

“Atlet yang juara akan kita latih lebih intensif. Kita siapkan dengan latihan ekstra agar bisa bersaing di tingkat nasional,” tegasnya. (WNA)