Olahraga

1.300 Taekwondoin Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Geup di Palembang, TI Tekankan Kualitas dan Karakter Atlet

38
×

1.300 Taekwondoin Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Geup di Palembang, TI Tekankan Kualitas dan Karakter Atlet

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSEL  JARRAKPOS, — Sebanyak 1.300 atlet taekwondo dari 44 dojang dan klub resmi di bawah naungan Pengurus Kota (Pengkot) Taekwondo Indonesia (TI) Palembang mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Geup sebagai bagian dari proses pembinaan atlet yang berjenjang dan berkelanjutan acara dibuka oleh Kahar Pengprov TISS.  Di GOR Ranau JSC Palembang, Minggu (14/12/2025)

Master Alisan, SH, M.Si., MH, C.PL, selaku Ketua Taekwondo Indonesia Kota Palembang mengatakan, UKT ini tidak sekadar menjadi penentu kenaikan sabuk, tetapi juga sarana evaluasi menyeluruh terhadap kualitas teknik, disiplin, serta mental atlet sesuai kurikulum resmi Taekwondo Indonesia.

“UKT menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap kenaikan tingkat benar-benar mencerminkan kemampuan atlet. Kami menilai teknik, sikap, hingga kesiapan mental secara objektif,” katanya.

Dijelaskan master Alisan, Dalam UKT Geup kali ini, para peserta berasal dari berbagai latar belakang dojang, mulai dari klub sekolah, komunitas, hingga dojang pembinaan prestasi yang tersebar di wilayah Kota Palembang.

Tim penguji menilai atlet berdasarkan sejumlah indikator utama, antara lain penguasaan teknik dasar taekwondo, ketepatan poomsae sesuai tingkat, disiplin dan sikap (attitude), kondisi fisik, serta fokus dan kepercayaan diri.

Seluruh proses penilaian dilakukan oleh penguji berlisensi dengan mengacu pada kurikulum resmi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), guna menjaga standar dan kredibilitas UKT.

“Penilaian dilakukan secara objektif dan transparan. UKT bukan formalitas, melainkan bagian dari pembinaan yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh,” jelasnya.

Master Alisan menuturkan, UKT juga dinilai memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet usia dini. Melalui tahapan ujian yang terukur, atlet dibiasakan dengan disiplin, target latihan, proses evaluasi, serta tanggung jawab atas kemampuan diri.

“Sejak dini, atlet dibentuk tidak hanya secara teknis, tetapi juga karakternya. Mental bertanding, kedisiplinan, dan etika olahraga menjadi pondasi utama,” tuturnya.

” Bagi Taekwondo Indonesia, UKT merupakan bagian dari rantai pembinaan prestasi. Atlet yang menunjukkan hasil baik dalam UKT akan diarahkan untuk mengikuti kejuaraan tingkat daerah, provinsi, hingga nasional,” ucapnya.

Sementara itu, Sopan Sofian, Sekretaris TI Palembang mengungkapkan,  Adapun materi ujian meliputi teknik dasar, poomsae sesuai tingkat geup, aplikasi kyorugi dasar, sikap dan etika, serta fisik dan koordinasi gerak, yang disesuaikan dengan usia dan level peserta.

“Banyak atlet menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, baik dari sisi teknik maupun sikap. Meski begitu, evaluasi tetap diberikan agar mereka terus berkembang,” ungkapnya

Kepada seluruh peserta UKT, pelatih dan tim penguji berpesan agar tidak cepat puas dengan hasil ujian. Kenaikan sabuk dinilai sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar, bukan tujuan akhir,” pesannya.

“Teruslah berlatih dengan disiplin, junjung tinggi sportivitas, etika, dan semangat Taekwondo dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ir. Agus Suwanto, S.T., M.I.P., Ketua Harian Pengprov TI Sumsel, Carli Junicef Vratama, S.Pi., M.Si. Sekretaris Umum pengprov TI Sumsel. (WNA)