Olahraga

Taekwondo Banyuasin Ukir Prestasi di Tengah Keterbatasan: 18 Medali Diraih, Perkimtan Jadi Penopang Semangat

48
×

Taekwondo Banyuasin Ukir Prestasi di Tengah Keterbatasan: 18 Medali Diraih, Perkimtan Jadi Penopang Semangat

Sebarkan artikel ini

 

MUBA, SUMSEL JARRAKPOS, – Di tengah keterbatasan fasilitas dan dukungan yang minim, kontingen Taekwondo Kabupaten Banyuasin menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan 2025 di Musi Banyuasin. Hingga 30 Oktober 2025, tim ini berhasil mengumpulkan 18 medali: tiga emas, enam perak, dan sembilan perunggu.

Capaian itu menjadi bukti daya juang para atlet muda Banyuasin yang tampil gigih meski tanpa kemewahan fasilitas. Mereka berlatih keras dengan sarana terbatas, namun tetap mengibarkan bendera Banyuasin di podium kehormatan.

Pelatih tim, Rian, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh atlet yang telah berjuang tanpa pamrih.

“Terima kasih kepada atlet yang sudah berjuang luar biasa walau dengan fasilitas seadanya. Juga terima kasih kepada Bapak Ir. Syahrial, Kepala Dinas Perkimtan, yang bersedia hadir memberikan dukungan langsung, serta kepada Kadiknas dan Dispora yang ikut memberi semangat,” ujar Rian di sela pertandingan, Kamis (30/10).

Sosok Ir. Syahrial, pendamping Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Banyuasin, menjadi figur yang menonjol di balik layar. Kehadirannya di arena Porprov memberi dorongan moral besar bagi para atlet muda yang selama ini lebih banyak berjuang dalam diam.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Taekwondo Porprov XV, Carli Junicef Vratama, S.Pi., M.Si., menilai capaian kontingen Banyuasin sebagai bukti nyata dari semangat juang dan pembinaan yang konsisten.

“Kita patut mengapresiasi semangat atlet-atlet Banyuasin. Meski menghadapi banyak keterbatasan, mereka tetap tampil kompetitif dan membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” ujar Carli.

Prestasi ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pembinaan olahraga Banyuasin, khususnya di cabang bela diri. Banyak pihak berharap ke depan dukungan pemerintah daerah bisa lebih konkret — tidak hanya dalam bentuk moral, tapi juga pembenahan fasilitas dan pembiayaan latihan.

“Anak-anak ini sudah menunjukkan potensi besar. Tugas kita sekarang memastikan potensi itu tidak padam hanya karena keterbatasan,” pungkasnya. (WNA)