Berita

Bea Cukai Sumbagtim Torehkan Capaian Gemilang, Penerimaan Negara Tembus 190 Persen Target

8
×

Bea Cukai Sumbagtim Torehkan Capaian Gemilang, Penerimaan Negara Tembus 190 Persen Target

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

 

PALEMBANG, SUMSEL  JARRAKPOS, — Dalam momentum satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih, Bea Cukai Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim) menegaskan posisi strategisnya sebagai garda depan pengelolaan kepabeanan dan cukai. Kinerja sepanjang 2025 mencatat hasil impresif di tiga bidang utama: penerimaan negara, pelayanan industri, serta pengawasan dan penegakan hukum.

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi wujud kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi nasional,” ujar Agus Yulianto, Kepala Kanwil DJBC Sumbagtim, di Palembang, Rabu (29/10).

Hingga Oktober 2025, Bea Cukai Sumbagtim mencatat realisasi penerimaan negara Rp759,05 miliar, atau 190,12 persen dari target APBN. Kontributor terbesar berasal dari Bea Keluar (BK) yang melonjak 307,57 persen, menandakan menguatnya ekspor komoditas unggulan daerah.

Bea Masuk (BM) juga menunjukkan tren positif, menegaskan peran Bea Cukai dalam menjaga stabilitas penerimaan fiskal. Tambahan pemasukan diperoleh dari audit kepatuhan dan penelitian ulang sebesar Rp48,18 miliar serta restitusi Rp24,85 miliar kepada wajib pungut  bukti komitmen terhadap transparansi dan keadilan fiskal.

“Optimalisasi penerimaan ini mencerminkan potensi ekonomi daerah yang mulai bangkit dan sistem fiskal yang makin sehat,” kata Agus.

Sebagai mitra strategis dunia usaha, Bea Cukai Sumbagtim memperkuat efisiensi layanan dengan rata-rata waktu customs clearance 0,94 hari dan dwelling time hanya 2,83 hari. Capaian ini menjadikan proses ekspor-impor di wilayah Sumatera Bagian Timur semakin cepat dan kompetitif.

Dalam mendukung hilirisasi industri, Bea Cukai Sumbagtim menyalurkan insentif fiskal Rp258 miliar untuk impor migas serta Rp66,2 miliar untuk fasilitas KITE dan TPB. Insentif tersebut berkontribusi terhadap peningkatan devisa ekspor sebesar USD 7,4 miliar, tumbuh 12,4 persen dibanding periode sebelumnya.

Rasio impor terhadap ekspor fasilitas KITE mencapai 1 : 3,65, menandakan meningkatnya kemampuan industri lokal dalam mengolah bahan baku menjadi produk bernilai tambah. Lebih dari 9.900 tenaga kerja terserap langsung di perusahaan penerima fasilitas, dan 23 UMKM binaan turut berkontribusi 20 di antaranya telah menembus pasar ekspor mandiri.

“Fasilitasi ini bukan sekadar insentif, melainkan strategi memperkuat struktur industri daerah agar tumbuh inklusif dan berkelanjutan,” tegas Agus.

Dalam peran sebagai community protector, Bea Cukai Sumbagtim mencatat 824 penindakan sepanjang Oktober 2024 hingga September 2025. Sebanyak 640 kasus cukai berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara lebih dari Rp23,7 miliar, dengan barang bukti 29,8 juta batang rokok ilegal dan 14 ribu liter minuman beralkohol (MMEA) ilegal.

Di bidang pabean, terdapat 140 penindakan terhadap barang larangan/pembatasan, serta 44 penindakan narkotika dengan nilai barang mencapai Rp356,8 miliar, yang diperkirakan menyelamatkan lebih dari 1,3 juta jiwa dari ancaman narkoba.

Empat kasus telah naik ke tahap penyidikan, dan tiga di antaranya telah P-21 oleh Kejaksaan. Denda dari proses hukum mencapai Rp3,45 miliar.

“Tren peningkatan hasil penindakan menunjukkan efektivitas strategi pengawasan kami. Koordinasi dengan aparat hukum terus diperkuat agar peredaran barang ilegal bisa ditekan berkelanjutan,” jelas Agus.

Hingga Oktober 2025, total 32,47 juta batang rokok ilegal berhasil diamankan atau 118,22 persen dari target tahunan, menandakan pengawasan makin tajam dan konsisten di seluruh wilayah Sumatera Bagian Timur.

Sebagai wujud transparansi, Bea Cukai Sumbagtim memusnahkan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan senilai Rp19,32 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan lebih dari Rp10,44 miliar. Barang yang dimusnahkan meliputi rokok ilegal, minuman beralkohol, pakaian bekas, dan barang terlarang lainnya.

Seluruh capaian tersebut menjadi bukti nyata peran Bea Cukai Sumbagtim dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden RI yang menekankan ketahanan ekonomi dan hilirisasi industri.“Kami akan terus menjaga integritas, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan layanan kepabeanan yang modern, transparan, serta berkeadilan,” tutup Agus. (WNA)