Berita

Opick dan Ribuan Warga Palembang Siap Getarkan Monpera Demi Gaza

19
×

Opick dan Ribuan Warga Palembang Siap Getarkan Monpera Demi Gaza

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

 

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, Dari kota yang menyimpan sejarah kebangkitan Nusantara, Palembang kembali menjadi panggung bagi suara nurani dunia. Melalui Aksi Bela Palestina Jilid V bertema “Bangun Gaza Kembali”, masyarakat Sumatera Selatan bersatu menyerukan dukungan bagi pemulihan Gaza yang porak-poranda setelah lebih dari dua tahun agresi Israel.

Kegiatan yang diinisiasi Aliansi Masyarakat Sumatera Selatan Peduli Palestina ini digelar bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palembang, QUPRO Indonesia, dan Aliansi Kemanusiaan Indonesia (AKSI). Aksi kemanusiaan tersebut akan berlangsung pada Ahad, 9 November 2025, di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang, mulai pukul 06.00 pagi hingga selesai.

Suara Nurani dari Palembang Darussalam

Ketua Aliansi Masyarakat Sumatera Selatan Peduli Palestina, H. Abdus Somad Demsyah Safar, mengatakan, bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata keberpihakan masyarakat Sumsel terhadap kemanusiaan global.

“Selama masih ada penjajahan dan penderitaan di Gaza, maka kemerdekaan belum sepenuhnya paripurna,” kata Abdus Somad dalam konferensi pers di Palembang, Rabu (29/10).

“Dari Palembang, kita ingin menegaskan: solidaritas tidak boleh padam. Kita ingin masyarakat Sumsel kembali berdiri tegak untuk kemerdekaan kemanusiaan.” tegasnya.

Gerakan ini mendapatkan dukungan luas dari berbagai organisasi dan jaringan keagamaan di Sumatera Selatan, seperti BKPRMI Sumsel dan BKPRMI Palembang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Lazismu, serta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) dan NU Care Lazisnu.

Ustadz Ahmad Kamil, S.Pd, dari BKPRMI Sumsel menyebutkan bahwa jaringan remaja masjid dan majelis taklim di seluruh provinsi akan digerakkan untuk mendukung aksi ini. Para pemuka pondok pesantren, ormas Islam, dan tokoh lintas daerah juga akan menggerakkan jamaah, sekolah, serta komunitas sosial menjelang hari pelaksanaan.

“Palembang Darussalam akan menjadi episentrum kemanusiaan dari selatan Sumatera untuk dunia,” ujar Kamil.

Gaza di Ujung Napas

Meskipun kini Gaza berada dalam fase gencatan senjata, kedamaian masih jauh dari kata paripurna. Laporan jurnalis internasional menunjukkan bahwa pelanggaran dan serangan terbatas masih terjadi di sejumlah wilayah.

Lebih dari 78 persen bangunan di Gaza rusak dan hancur, termasuk rumah, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur publik vital. Separuh penduduk Gaza kini hanya memiliki kurang dari enam liter air bersih per hari, sementara sistem air, sanitasi, dan listrik nyaris lumpuh total.

“Gencatan senjata mungkin menghentikan ledakan, tapi tidak menghentikan penderitaan,” ujar seorang relawan QUPRO dalam rilisnya. “Gaza kini berdiri di antara puing-puing, mencoba bernapas di antara debu reruntuhan.”

Bangun Gaza, Bangun Kemanusiaan

Menurut laporan PBB dan UNICEF (Oktober 2025), kebutuhan dana rekonstruksi Gaza mencapai lebih dari US$ 70 miliar, dengan estimasi waktu pemulihan minimal 15 tahun jika situasi tetap stabil. Namun, kondisi tersebut masih jauh dari aman.
Al Jazeera (28 Oktober 2025) melaporkan masih terjadi serangan udara terbatas di Khan Younis dan wilayah utara Gaza, meskipun gencatan senjata tengah berlangsung.

Dalam konteks itu, Ali Amril, CEO QUPRO Indonesia dan aktivis filantropi dunia Islam, menegaskan pentingnya peran masyarakat sipil dalam menggerakkan solidaritas lintas bangsa.

“Kita mungkin tidak bisa mengirim tentara, tapi kita selalu bisa menyalakan asa. Membangun Gaza kembali berarti membangun martabat manusia,” kata Ali Amril.

“Dunia Islam hari ini tidak membutuhkan kemarahan baru, tetapi kerja nyata yang melahirkan peradaban kemanusiaan.”

Ali Amril menambahkan, kolaborasi lintas lembaga seperti QUPRO, AKSI, BKPRMI, MUI, Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah Kota Palembang menjadi wujud solidaritas umat yang bertransformasi menjadi gerakan filantropi kolektif.

Aksi dan Ajakan

Aksi besar 9 November nanti akan dihadiri oleh Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si, dan Wakil Wali Kota Prima Salam, S.H., M.M.
Kegiatan ini juga akan dimeriahkan oleh Opick, musisi religi yang dikenal aktif dalam misi kemanusiaan ke Gaza, serta Adzando Davema, artis dan pemain sinetron asal Jakarta.

Koordinator lapangan H. Syaiful Fadli mengatakan, panitia menargetkan penghimpunan donasi hingga Rp 2 miliar.

“Kami berharap dukungan kawan-kawan media dan masyarakat Palembang bisa membuat aksi ini bergema luas. Kehadiran Opick dan Adzando diharapkan menjadi daya tarik agar lebih banyak masyarakat, termasuk anak muda, ikut bergerak,” ujar Syaiful.

Lebih lanjut Syaiful menambahkan, Selain aksi damai di Monpera, relawan juga telah melakukan penggalangan dana di berbagai sekolah dan komunitas.
Salah satunya, SD Islam Al Furqon 4 Palembang, berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 37 juta dalam sepekan, dan menargetkan bisa mencapai Rp 50 juta sebelum aksi berlangsung.

Dukungan juga datang dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang akan menghadirkan tokoh lintas agama. Sementara komunitas ojek online Palembang di bawah koordinator Reza menargetkan pengumpulan dana Rp 20–30 juta dari aksi lapangan di sejumlah titik kota,” pungkasnya.

Saluran Donasi Resmi

Panitia membuka dua kanal donasi resmi melalui:

  • BSI 8777 7676 75 (Wakaf Lembaga Yayasan AKSI)
  • BSI 765 6000 311 (Infak a.n. Aliansi Kemanusiaan Indonesia)

“Setiap doa, setiap rupiah, setiap ajakan, setiap langkah solidaritas akan menjadi bagian dari harapan baru bagi rakyat Palestina,” tulis pernyataan resmi Aliansi Masyarakat Sumsel. (WNA)