Berita

YIM Perluas Jejaring, Gandeng Global Planet Media untuk Edukasi HIV

11
×

YIM Perluas Jejaring, Gandeng Global Planet Media untuk Edukasi HIV

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, – Yayasan Intan Maharani (YIM) melakukan audiensi dengan PT Global Planet Media di Kota Palembang, Selasa (11/8/2026), guna memperkuat jejaring dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Pertemuan tersebut juga membahas peluang pendanaan melalui skema Anggaran Pemerintah Swakelola Tipe III bagi organisasi masyarakat sipil (OMS) bersama pemerintah daerah.

Audiensi ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara lembaga swadaya masyarakat dan media dalam mendukung program-program sosial, khususnya penanggulangan HIV/AIDS, perlindungan kelompok rentan, hingga pemberdayaan masyarakat marginal.

Koordinator SSR Yayasan Intan Maharani, Leonardo, mengatakan, bahwa YIM pada awalnya merupakan organisasi yang fokus pada isu-isu masyarakat marginal. Seiring perjalanan waktu, ruang gerak organisasi semakin berkembang, termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional.

“Awalnya kami bergerak pada isu-isu masyarakat marginal. Kemudian sekitar tahun 2000 bekerja sama dengan BNN, dan akhirnya pengembangan program YIM meluas hingga mendapatkan dukungan dari mitra internasional,” katanya.

Menurut Leonardo, meski HIV masih menjadi fokus utama, YIM juga aktif menangani persoalan sosial lainnya seperti pendidikan anak jalanan, penelitian sosial, hingga pendampingan kelompok rentan.

“Kami tidak hanya fokus pada HIV. Tahun 2023 misalnya, kami juga melakukan pendampingan terhadap anak-anak jalanan dan membantu mereka kembali memperoleh akses pendidikan. YIM hadir sebagai pemerhati berbagai persoalan masyarakat marginal,” ujarnya.

Leonardo menambahkan, berakhirnya dukungan donor internasional terhadap program HIV dalam beberapa tahun mendatang menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang lebih luas agar upaya pencegahan dan pendampingan masyarakat tetap berjalan.

“Kami ingin memperluas jaringan. Bukan hanya menyampaikan informasi tentang HIV, tetapi juga melakukan pendampingan terhadap kelompok rentan yang membutuhkan perhatian. Di sinilah kolaborasi menjadi sangat penting,” jelasnya.

Sementara itu, Technical Officer Yayasan Intan Maharani, Sari Palupi, menuturkan, organisasi masyarakat sipil memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mencapai target Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui mekanisme Swakelola Tipe III.

Menurutnya, OMS dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjangkau kelompok sasaran yang selama ini sulit disentuh oleh program pemerintah.

“Peran kami adalah membantu pemerintah mencapai target pelayanan kepada masyarakat. Bukan soal besar kecilnya anggaran, tetapi bagaimana organisasi masyarakat sipil dapat berpartisipasi aktif untuk mendukung kinerja pemerintah sehingga program yang dijalankan lebih efektif,” tuturnya.

Sari mengungkapkan, YIM telah memasuki tahun kedua pelaksanaan program swakelola bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Namun, ia mengakui belum banyak organisasi perangkat daerah (OPD) yang berani menerapkan pola kerja sama tersebut.

“Masih banyak OPD yang ragu karena khawatir terhadap proses pemeriksaan, baik oleh BPK maupun Inspektorat. Padahal organisasi masyarakat sipil juga memiliki tata kelola dan pertanggungjawaban anggaran yang transparan serta akuntabel,” ungkapnya.

Ia berharap keberhasilan kerja sama tersebut dapat menjadi contoh bagi OPD lain sehingga partisipasi organisasi masyarakat sipil semakin diperluas.

Selain itu, YIM juga berharap mendapat dukungan dari media dalam mengemas publikasi program-program sosial agar manfaatnya diketahui masyarakat secara luas.

“Kami ingin belajar bagaimana media mengemas informasi agar kegiatan yang kami lakukan bisa menjadi inspirasi dan contoh praktik baik bagi instansi pemerintah lainnya,” ucap Sari.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Global Planet Media, Achmad Taufiq Akbar, menyatakan pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dalam mengangkat isu-isu sosial dan kesehatan masyarakat melalui pemberitaan yang edukatif.

Menurutnya, media memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya memberitakan persoalan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi masyarakat.

“Prinsip kami dalam bermedia bukan mencari kesalahan, tetapi bagaimana menghadirkan solusi atas persoalan yang ada. Isu HIV, tuberkulosis, maupun persoalan sosial lainnya merupakan isu penting yang perlu mendapat perhatian bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan, selama kegiatan yang dilakukan tidak bertentangan dengan hukum maupun norma yang berlaku, Global Planet Media siap menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

Taufiq juga menilai masih banyak peluang kolaborasi antara media, organisasi masyarakat sipil, pemerintah, dunia usaha, hingga akademisi untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu kesehatan, perlindungan perempuan, anak, dan kelompok rentan.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi, bahkan jika dikembangkan dalam skala nasional. Ke depan bisa saja dibuat forum, seminar, hingga pameran yang melibatkan pemerintah, perusahaan, organisasi masyarakat sipil, dan media agar dampaknya semakin luas bagi masyarakat,” tutupnya. (WNA)