PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, – Yayasan Intan Maharani (YIM) Palembang memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan literasi kesehatan dan memperluas akses layanan bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan pendampingan terkait HIV. Upaya ini dilakukan dengan melibatkan kader Posyandu, Puskesmas, Kantor Urusan Agama (KUA), organisasi keagamaan, serta pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Komitmen tersebut dibahas dalam kegiatan Community Working Group Coordinator Meeting Among Communities to Discuss Findings from Regular Monitoring and Setting the Advocacy Strategy yang digelar di Hotel The Zuri Transmart, Palembang, Selasa (20/10/2026).
Pertemuan ini menjadi wadah evaluasi hasil pemantauan rutin sekaligus merumuskan strategi advokasi dan rencana tindak lanjut untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Wakil Ketua YIM Palembang, Drs. M. Suharni, M.A., yang mewakili Ketua YIM Palembang, Drs. Syahri, M.Si., mengatakan, penguatan layanan kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan yayasan. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak yang memiliki akses langsung kepada masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Menurutnya, kader Posyandu dan institusi pelayanan masyarakat memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, meningkatkan pemahaman, serta membantu masyarakat mengetahui akses layanan kesehatan yang tepat.
“Yang ingin kita dorong adalah bagaimana institusi di tingkat paling bawah, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, ikut peduli, melayani, dan memberdayakan teman-teman yang membutuhkan layanan. Mereka perlu memiliki literasi yang baik, mengetahui ke mana harus mengakses layanan, serta memahami risiko yang mungkin dihadapi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, YIM memiliki peran dalam menjangkau kelompok yang membutuhkan layanan, melakukan pendampingan, serta membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Namun, upaya tersebut perlu diperkuat oleh mitra yang memiliki jaringan dan kegiatan rutin di tengah masyarakat.
Dalam hal ini, Posyandu menjadi salah satu mitra penting karena kadernya berinteraksi langsung dengan warga dan memahami kondisi lingkungan masing-masing.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan edukasi kesehatan tidak berhenti pada kegiatan pertemuan, tetapi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
Suharni juga mengungkapkan bahwa YIM telah melakukan audiensi dengan Kementerian Agama untuk mendorong peningkatan literasi kesehatan di lingkungan pendidikan yang berada di bawah naungannya.
Selain itu, YIM menjajaki kerja sama dengan unsur Nahdlatul Ulama (NU), khususnya untuk memperluas edukasi kesehatan reproduksi dan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin.
Menurutnya, edukasi bagi calon pengantin penting agar mereka memahami pemeriksaan kesehatan yang diperlukan sebelum menikah, sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap mitra di tingkat bawah dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Dengan kerja sama ini, edukasi kesehatan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk calon pengantin, sehingga mereka memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.
Evaluasi Program dan Susun Rencana Tindak Lanjut
Sementara itu, Koordinator Sub-Sub Recipient (SSR) YIM di Kota Palembang, Leonardo, mengatakan, pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari sejumlah kegiatan dan koordinasi yang sebelumnya telah dilakukan bersama para pemangku kepentingan, khususnya di wilayah Kecamatan Ilir Barat I.
Menurut Leonardo, kerja sama yang telah terbangun membuka peluang untuk memperluas layanan kesehatan di masyarakat, termasuk melalui Posyandu dan pemberdayaan kader sebagai ujung tombak penyampaian informasi.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan rencana kerja yang lebih terarah, sehingga kolaborasi antarlembaga tidak sebatas wacana, melainkan diwujudkan melalui kegiatan nyata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari beberapa agenda yang sudah kami lakukan bersama para pemangku kepentingan di wilayah Ilir Barat I. Dari proses tersebut muncul sejumlah gagasan untuk memperkuat layanan kesehatan, termasuk dengan melibatkan Posyandu dan kader yang berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Leonardo menambahkan, pengalaman dan masukan dari seluruh peserta menjadi bagian penting dalam menyusun langkah selanjutnya. Evaluasi bersama diperlukan agar setiap pihak memahami peran, tanggung jawab, serta bentuk kerja sama yang dapat dilakukan.
Ia berharap hasil pertemuan dapat menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut untuk sisa periode 2026 maupun program pada 2027.
“Kami berharap melalui diskusi ini dapat dirumuskan rencana tindak lanjut yang konkret berdasarkan pengalaman dan kegiatan yang telah dilakukan bersama. Dengan demikian, kolaborasi yang sudah terbangun dapat terus diperkuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat
Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator SSR PSP dan CSS HR YIM, tim CSS HR YIM, PL PSP SSR YIM, perwakilan PW NU, HKBP AIDS Ministry Distrik X Sumsel, serta Perhimpunan Konselor HIV Indonesia (PKVHI) Sumsel.
Turut hadir perwakilan Kecamatan Ilir Barat I, Kasi PMK Kecamatan Ilir Barat I, Kelurahan Lorok Pakjo, serta kader Posyandu dari Kelurahan 26 Ilir, Bukit Baru, Siring Agung, Demang Lebar Daun, dan Bukit Lama.
Selain itu, hadir pula perwakilan Puskesmas Padang Selasa, Puskesmas Sungai Baung, serta KUA Kecamatan Ilir Barat I.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendamping, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi keagamaan, dan masyarakat.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, YIM Palembang mendorong agar literasi kesehatan semakin mudah diakses, masyarakat lebih memahami layanan yang tersedia, dan kelompok yang membutuhkan pendampingan memperoleh dukungan yang tepat tanpa stigma maupun diskriminasi. (WNA)












