Kemenag Sumsel

Yayasan Intan Maharani Gandeng Kemenag Sumsel, Perkuat Edukasi HIV/AIDS di Madrasah

10
×

Yayasan Intan Maharani Gandeng Kemenag Sumsel, Perkuat Edukasi HIV/AIDS di Madrasah

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Yayasan Intan Maharani (YIM) menjajaki kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Selatan untuk memperkuat literasi HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi di lingkungan madrasah. Program ini menyasar peserta didik tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), dengan pendekatan edukasi yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan remaja.

Penjajakan tersebut dibahas dalam audiensi dan koordinasi antara YIM dan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumsel di Palembang, Selasa, (13/10/2026).

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan   Dr. H. Syafitri Irwan, S.Ag, M.Pd.I melalui Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumsel, H. A. Elhiqny, S.H.I., M.Si., menyambut positif inisiatif tersebut. Menurut dia, edukasi yang tepat dapat menjadi salah satu langkah preventif untuk membantu peserta didik memahami risiko perilaku berbahaya dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

“Kami mengapresiasi program ini karena mendukung kegiatan positif untuk mencegah berbagai perilaku berisiko di kalangan peserta didik,” kata Elhiqny.

Ia menyebut edukasi mengenai HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi perlu menjadi bagian dari upaya perlindungan peserta didik di lingkungan pendidikan. Materi tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami persoalan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap risiko penyalahgunaan narkoba dan perilaku seksual yang tidak aman.

Elhiqny mengatakan, pihaknya terbuka untuk mendukung sosialisasi program YIM di lingkungan madrasah. Ia berharap inisiatif tersebut tidak berhenti pada audiensi, tetapi berlanjut menjadi kegiatan edukasi yang terarah dan berkesinambungan.

“Kami berharap program ini terus berlanjut dan dikembangkan karena merupakan kegiatan yang baik bagi madrasah maupun masyarakat secara umum,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Intan Maharani, Drs. Syahri, M.Si., mengatakan penguatan literasi perlu dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami remaja. Menurut dia, sejumlah materi terkait seksualitas sebenarnya telah dibahas dalam kurikulum pembelajaran. Namun, materi tersebut perlu dihimpun dan disajikan kembali dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan peserta didik.

YIM, kata Syahri, berencana mengkompilasi materi edukasi yang relevan agar dapat digunakan sebagai bahan pendukung sosialisasi di lingkungan madrasah.

“Yang ingin kami lakukan adalah meningkatkan literasi, termasuk menghimpun dan menyusun materi dengan bahasa anak-anak sehingga lebih mudah dipahami,” kata Syahri.

Ia menilai, edukasi kesehatan reproduksi tidak cukup hanya menyampaikan informasi. Materi juga perlu disusun secara tepat agar remaja dapat memahami persoalan yang berkaitan dengan tubuh, kesehatan, risiko penularan HIV, serta pentingnya menjaga diri.

Syahri berharap penjajakan dengan Kemenag Sumsel dapat berkembang menjadi kerja sama jangka panjang. Sebab, pendidikan merupakan proses berkelanjutan yang perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan generasi muda.

Menurut dia, kesamaan pemahaman mengenai tujuan program menjadi modal awal untuk membangun kolaborasi. Selanjutnya, kedua pihak diharapkan dapat merumuskan bentuk kegiatan yang memungkinkan edukasi menjangkau lebih banyak peserta didik.

Melalui kolaborasi tersebut, YIM dan Kemenag Sumsel diharapkan dapat memperluas akses informasi kesehatan yang benar bagi siswa madrasah. Edukasi yang terencana, sesuai usia, dan tidak menghakimi dinilai penting agar remaja dapat memahami HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi secara tepat, sekaligus menghindari stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS. (WNA)