DaerahBanyuasin

Truk Terguling di Jalan Satrio, Akses Vital Dua Desa di Banyuasin Lumpuh Akibat Jalan Rusak Parah

91
×

Truk Terguling di Jalan Satrio, Akses Vital Dua Desa di Banyuasin Lumpuh Akibat Jalan Rusak Parah

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

BANYUASIN,SUMSEL JARRAKPOS.COM – Buruknya kondisi jalan kembali memakan korban. Sebuah truk terguling di jalan penghubung Kelurahan Satrio, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin pagi (26/1/2026) sekitar pukul 08.40 WIB. Insiden ini terjadi akibat jalan berlumpur dan rusak parah, yang menjadi satu-satunya akses menuju Desa Rimba Terap dan Desa Sedang.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jalan nyaris tak layak dilalui. Badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin dengan genangan air di sejumlah titik. Alur bekas roda kendaraan yang dalam membuat kendaraan, terutama bertonase besar, sulit menjaga keseimbangan.

Akibatnya, satu unit truk yang melintas tak mampu bertahan dan akhirnya terguling di tengah jalan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian ini kembali menegaskan parahnya kondisi infrastruktur jalan yang selama ini dikeluhkan warga.

Keluhan warga bahkan ramai bermunculan di media sosial, khususnya Facebook. Banyak komentar menyebut jalan Satrio “kembali memakan korban” dan mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani kerusakan yang sudah berlangsung lama.

“Sudah sering kejadian seperti ini. Hampir tiap musim hujan pasti ada kendaraan tergelincir atau terjebak. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan serius,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Akibat truk terguling, arus lalu lintas sempat lumpuh total.

Warga bersama sopir berusaha mengevakuasi kendaraan secara manual. Namun, licinnya jalan dan kondisi medan yang berat membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama.

Padahal, jalan Kelurahan Satrio memiliki peran vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Jalur ini menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian, serta akses utama warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat aktivitas lainnya di dua desa tersebut.

Warga menilai pembiaran kondisi jalan rusak ini berpotensi terus menimbulkan kecelakaan, kerugian material, bahkan mengancam keselamatan jiwa.

Mereka mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait agar segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang dinilai tidak menyelesaikan masalah.

“Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Jalan ini kebutuhan utama kami,” tegas warga lainnya.(WT)