PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Maskapai bertarif rendah Scoot resmi membuka penerbangan langsung rute Palembang–Singapura pulang-pergi tanpa transit mulai 14 Januari 2026.
Rute internasional ini dilayani empat kali dalam sepekan, dengan pilihan jadwal pagi dan malam, yang dinilai akan memangkas waktu perjalanan sekaligus menekan biaya bagi penumpang.
Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sumatera Selatan, Feby Yoland Effendy, menyambut positif dibukanya konektivitas langsung tersebut. Namun, ia mengingatkan agar euforia penerbangan internasional baru ini tidak berhenti pada peningkatan arus wisatawan keluar negeri semata.
“Bagi ASITA Sumsel yang anggotanya merupakan pelaku usaha perjalanan wisata, tentu penerbangan Palembang–Singapura ini menjadi kabar baik. Potensinya besar, baik untuk wisata outbound, bisnis perjalanan, maupun konektivitas Sumatera Selatan dengan destinasi internasional,” kata Feby, Rabu (14/12026).
Menurut Feby, rute ini secara otomatis akan mendorong mobilitas masyarakat Sumatera Selatan ke Singapura.
Namun, tantangan justru muncul pada sisi sebaliknya—bagaimana penerbangan internasional ini juga mampu menghadirkan wisatawan mancanegara ke Palembang dan daerah lain di Sumsel.
“Ini pekerjaan rumah bersama. Jangan sampai penerbangan internasional hanya menjadi jalur keluar devisa. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengisi kursi pesawat dari Singapura ke Palembang dengan wisatawan asing,” ujarnya.
Feby menilai, tanpa strategi promosi dan paket wisata yang terintegrasi, Sumatera Selatan berisiko hanya menjadi pasar, bukan destinasi. Padahal, Palembang dan daerah penyangganya memiliki kekayaan sejarah, budaya, kuliner, hingga potensi wisata alam yang kompetitif jika dikemas secara serius.
Ia mendorong pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan maskapai untuk duduk bersama merancang strategi Inbound tourism.
Mulai dari promosi terpadu di Singapura, penyusunan paket wisata yang menarik, hingga peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur pendukung.
“Penerbangan sudah ada. Sekarang pertanyaannya, apakah kita sudah siap menjual Palembang dan Sumatera Selatan ke dunia?” kata Feby.
ASITA Sumsel, lanjutnya, siap berperan aktif menjembatani kerja sama antara pelaku industri perjalanan dengan pemerintah daerah.
Namun tanpa kebijakan dan dukungan yang jelas, peluang dari rute internasional ini dikhawatirkan tidak akan maksimal.
Pembukaan rute langsung Palembang–Singapura oleh Scoot menjadi momentum penting bagi kebangkitan pariwisata Sumatera Selatan.
Namun, sebagaimana diingatkan ASITA, keberhasilan rute ini tidak hanya diukur dari padatnya penumpang yang berangkat, melainkan dari seberapa banyak wisatawan mancanegara yang akhirnya memilih Palembang sebagai tujuan. (WNA)












