Bisnis

Audiensi dengan Pemkab OKI, PT ONB Dorong Optimalisasi Jalur Sungai untuk Perkuat Konektivitas Logistik dan Ekonomi Daerah

3
×

Audiensi dengan Pemkab OKI, PT ONB Dorong Optimalisasi Jalur Sungai untuk Perkuat Konektivitas Logistik dan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini

OKI, SUMSELJARRAKPOS— PT Ocean Nusantara Bahari (ONB) mendorong optimalisasi jalur sungai di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas logistik dan mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Dorongan tersebut disampaikan dalam audiensi jajaran direksi PT ONB bersama Pemerintah Kabupaten OKI yang dihadiri Bupati OKI dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pada Senin (14/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas potensi sektor perairan OKI serta peluang pengembangan jalur sungai sebagai koridor logistik yang terintegrasi.

Pembahasan juga mencakup kebutuhan infrastruktur, fasilitas kepelabuhanan, kegiatan bongkar muat, hingga tata kelola operasional.

Direktur Utama PT ONB sekaligus Chief Executive Officer Ocean Nusantara Grup, Charma Afrianto mengatakan, jalur sungai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari sistem distribusi barang, khususnya dengan dukungan infrastruktur dan manajemen yang memadai.

“Sungai bukan hanya jalur transportasi tradisional, melainkan tol logistik modern yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Melalui tata kelola perairan yang terintegrasi dan profesional, kami melihat peluang untuk mengoptimalkan lalu lintas logistik sungai di OKI sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ujar Charma.

Menurut dia, pengembangan konektivitas perairan perlu dilakukan melalui kajian yang terukur, termasuk terhadap kesiapan infrastruktur, fasilitas kepelabuhanan, bongkar muat, serta aspek operasional dan tata kelola.

Dalam konteks tersebut, PT ONB menyatakan kesiapan untuk mengeksplorasi peluang dukungan terhadap pengembangan infrastruktur dan manajemen logistik kepelabuhanan.

Adapun Pemkab OKI akan menilai peluang pengembangan tersebut berdasarkan kebutuhan daerah, kewenangan pemerintah, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Charma menilai, optimalisasi jalur perairan berpotensi memberikan dampak berganda terhadap aktivitas ekonomi.

Selain mendukung distribusi barang, peningkatan aktivitas logistik dapat mendorong pertumbuhan sektor pendukung seperti jasa kepelabuhanan, bongkar muat, transportasi, dan pergudangan.

“Jalur perairan harus dipandang sebagai aset ekonomi. Jika dikelola dengan infrastruktur dan tata kelola yang tepat, sektor ini tidak hanya memperlancar distribusi, tetapi juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi dan kontribusi bagi daerah,” katanya.

Dari sisi pemerintah daerah, berkembangnya aktivitas ekonomi dan jasa di sektor perairan juga berpotensi membuka ruang optimalisasi sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), sepanjang berada dalam kewenangan pemerintah daerah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun, Charma menegaskan bahwa pembahasan saat ini masih berada pada tahap identifikasi potensi dan kebutuhan.

Para pihak belum menentukan bentuk kerja sama, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut untuk melihat kelayakan pengembangan.

“Yang kami dorong adalah bagaimana potensi perairan yang dimiliki OKI dapat dikaji dan dikelola secara profesional melalui kolaborasi yang tepat sehingga memberikan manfaat bagi dunia usaha maupun pemerintah daerah,” ujarnya.

PT Ocean Nusantara Bahari (ONB) merupakan unit usaha Ocean Nusantara Grup sekaligus Badan Usaha Pelabuhan (BUP) swasta yang bergerak di bidang pelayaran dan logistik, dengan fokus mendukung konektivitas serta aktivitas distribusi dan transportasi barang di Sumatera Selatan.

Melalui audiensi tersebut, PT ONB dan Pemkab OKI membuka ruang pembahasan lanjutan terkait potensi pengembangan jalur sungai beserta infrastruktur pendukungnya sebagai bagian dari penguatan konektivitas logistik daerah.

“Optimalisasi jalur sungai perlu dilakukan secara terukur dan berkelanjutan agar dapat mendukung kelancaran logistik sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi dunia usaha, masyarakat, dan daerah,” pungkas Charma.

Sementara itu, Bupati OKI,  Η. Muchendi Mahzareki  menyambut positif inisiatif PT ONB untuk mengembangkan potensi sektor perairan di wilayahnya.

Menurut Muchendi, pengembangan konektivitas sungai dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat aktivitas logistik dan perekonomian lokal.

Peluang tersebut juga dapat dikaji lebih lanjut untuk melihat dampaknya terhadap kesempatan kerja dan aktivitas usaha masyarakat.

“Pemkab OKI terbuka terhadap investasi yang sehat dan transparan. Kami ingin pengembangan sektor perairan memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat,” pungkasnya. ***