Berita

Produktivitas Sawit Swadaya Jadi Sorotan, BPDP Gelar Pelatihan Pupuk Organik di Sumsel

3
×

Produktivitas Sawit Swadaya Jadi Sorotan, BPDP Gelar Pelatihan Pupuk Organik di Sumsel

Sebarkan artikel ini

 

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS Rendahnya produktivitas perkebunan sawit swadaya menjadi salah satu tantangan yang hendak dijawab Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Melalui LPP Agro Nusantara, BPDP menggelar pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik bagi pekebun sawit swadaya di Sumatera Selatan.

Pelatihan berlangsung pada 26-29 Agustus 2026 di Emilia Hotel by Amazing, Palembang. Sebanyak 108 peserta dari Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir mengikuti kegiatan tersebut.

Pembukaan pelatihan dilakukan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Herlan Kagami, S.P., M.Si. Acara diawali dengan persembahan Tari Tanggai.

Persoalan produktivitas menjadi alasan utama program tersebut digelar. Pekebun sawit swadaya mengelola sekitar 40 persen dari total luas perkebunan kelapa sawit yang tersebar di 26 provinsi. Namun, kontribusinya terhadap produksi crude palm oil (CPO) nasional masih berada di kisaran 30-35 persen.

Kesenjangan tersebut menunjukkan masih adanya ruang besar untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit swadaya, salah satunya melalui penerapan praktik budidaya yang lebih baik.

“BPDP hadir untuk menjawab itu. Dana kami berasal dari pungutan ekspor dan disalurkan untuk program strategis, salah satunya pengembangan SDM. Melalui pelatihan ini kami ingin menyamaratakan pemahaman praktik budidaya baik agar produktivitas lahan swadaya meningkat,” ujar perwakilan BPDP.

Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama BPDP dengan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. Penentuan peserta dilakukan melalui mekanisme rekomendasi teknis agar program menyasar kelompok yang membutuhkan, mulai dari pekebun, pengurus KUD atau koperasi, pendamping, hingga keluarga pekebun.

Tak hanya mendapatkan materi di ruang pelatihan, peserta juga diarahkan melihat penerapan langsung di lapangan. Pada 29 Agustus 2026, mereka mengikuti field trip ke Koperasi Unit Desa (KUD) Kerta Mukti, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Kegiatan lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan teori dengan praktik, terutama dalam pembuatan dan penggunaan pupuk organik di perkebunan sawit.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta. Penerapan praktik budidaya yang lebih baik di tingkat kebun menjadi kunci agar produktivitas sawit swadaya dapat meningkat dan kontribusinya terhadap produksi CPO nasional semakin besar. (*)