BANYUASIN,SUMSEL JARRAKPOS.COM. – Warga Dusun VI Tritunggal, Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, geram. Pembangunan Posyandu yang diklaim sebagai bantuan CSR Medco melalui gabungan PT PKBI dinilai jauh dari kata layak. Alih-alih menjadi fasilitas kesehatan yang aman, bangunan itu justru menimbulkan keresahan.
Salah satu tokoh masyarakat berinisial B menuturkan bahwa bangunan posyandu memang berdiri, tetapi teras yang menjadi akses utama dibiarkan berupa tanah.
“Bangunan posyandu ini bantuan dari Medco, tapi terasnya dak ado. Masih lantai tanah,” ujarnya, Minggu (1/12/2025).
Tak berhenti di situ. Pada November 2024, desa disebut menerima bantuan pembuatan kanopi senilai Rp7 juta, yang disalurkan melalui Sri Agustina dari Puskesmas Sidomulyo. Namun kondisi kanopi tersebut justru membuat warga waswas.
“Cuma kanopi saja yang dibuat, lantai tetap tanah. Yang ditakutkan masyarakat, kanopi reot itu ambruk dan menimpa anak-anak yang lewat di bawahnya,” tegas B.
Dikepung Perusahaan Raksasa, Posyandu Tetap Memprihatinkan
Ironisnya, fasilitas posyandu yang tak layak itu berada di tengah kawasan yang dikelilingi perusahaan besar. Mulai dari proyek migas, tambang batu bara, Pertamina, hingga pabrik sawit—semuanya beroperasi dengan nilai investasi triliunan rupiah.
Namun, fasilitas dasar masyarakat justru tampak terabaikan.
Warga menuding program CSR hanya formalitas tanpa melihat kebutuhan nyata masyarakat.
“Kito gaakan CSR project tersebut,” ujar B, kecewa berat.
Saat musim hujan, kondisi posyandu makin menyulitkan warga. B mengaku pernah kehujanan saat berteduh karena bangunan tidak menyediakan perlindungan yang memadai.
Masyarakat berharap perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Tungkal Ilir tidak menutup mata. Posyandu harusnya menjadi fasilitas vital, bukan bangunan setengah jadi yang mengancam keselamatan.
Warga meminta evaluasi menyeluruh terhadap seluruh program CSR agar penyaluran bantuan tepat guna dan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Humas PT Medco Divisi CSR, Edi (+62 812-1009-xxx), sudah dihubungi untuk dimintai tanggapan. Namun hingga berita ini diterbitkan, Rabu (3/12/2025), pihak perusahaan belum memberikan respons.(WT)














