Politik

Persaingan Ketat di Muscab PKB OKI, 8 Kandidat Berebut Kursi Ketua DPC

47
×

Persaingan Ketat di Muscab PKB OKI, 8 Kandidat Berebut Kursi Ketua DPC

Sebarkan artikel ini

OKI, SUMSELJARRAKPOS – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (18/4/2026), berlangsung dinamis dengan menghadirkan persaingan ketat menuju kursi Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB OKI.

Kegiatan yang digelar di Aula Hotel Dinasti Kayuagung ini awalnya diikuti lima kandidat internal.

Namun, setelah Ketua DPP PKB, A. Halim Iskandar, membuka ruang usulan dari struktur bawah, jumlah kandidat bertambah menjadi delapan orang.

Tiga nama tambahan diusulkan oleh Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), yakni Harimandani (DPAC Tanjung Lubuk), Ayu Monaria (DPAC Pedamaran), dan Suwarsono (DPAC Teluk Gelam).

Dengan demikian, total delapan kandidat yang akan bersaing adalah HM Djakfar Shodiq (petahana Ketua DPC PKB OKI), Farid Hadi Sasongko (Ketua DPRD OKI), RA Ludfiatunnada, Purwaningrum Meri, Kenedy, Harimandani, Ayu Monaria, dan Suwarsono.

Dari delapan nama tersebut, perhatian tertuju pada Harimandani yang saat ini menjabat Sekretaris DPC PKB OKI dan Ayu Monaria yang merupakan anggota DPRD OKI.

Keduanya memiliki hubungan sebagai pasangan suami istri dan sama-sama diusung oleh DPAC, sehingga harus bersaing dalam kontestasi internal partai.

Fenomena ini menjadi dinamika tersendiri dalam Muscab PKB OKI, sekaligus mencerminkan terbukanya ruang demokrasi internal partai hingga ke lingkup keluarga kader.

Ketua DPP PKB, A. Halim Iskandar, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak melanggar aturan partai. Menurutnya, setiap kader memiliki hak untuk diusulkan selama mendapat dukungan dari struktur di bawah.

“Tidak ada masalah. Bahkan kalau mau mengusulkan diri sendiri juga boleh,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Muscab merupakan agenda konsolidasi struktural lima tahunan yang kini dijalankan dengan pendekatan berbeda, yakni menggabungkan aspirasi akar rumput dengan pemetaan dari DPP.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh kandidat yang muncul belum otomatis ditetapkan sebagai ketua.

Para kandidat akan menjalani tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebelum keputusan akhir ditentukan oleh DPP PKB.

“Nama-nama ini merupakan usulan dari ranting dan PAC serta kekuatan kultural. Setelah ditetapkan dalam Muscab sebagai calon, mereka akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, dan keputusan akhir ada di DPP,” jelasnya.

Di sisi lain, sejumlah kader menilai bahwa mekanisme tersebut membuat persaingan tidak hanya ditentukan oleh popularitas di tingkat bawah, tetapi juga kapasitas serta kemampuan manajerial para kandidat.

Selain itu, muncul pandangan bahwa pertarungan sesungguhnya belum berakhir di arena Muscab. Tahapan seleksi di tingkat pusat justru akan menjadi penentu akhir arah kepemimpinan PKB OKI ke depan.

Dinamika persaingan, termasuk rivalitas dalam satu rumah tangga, dinilai dapat memunculkan warna baru dalam internal partai.

Hasil akhirnya pun masih menjadi perhatian, apakah akan dimenangkan oleh salah satu kandidat atau menghadirkan dinamika lanjutan di tubuh PKB OKI. ***