BANYUASIN, SUMSEL JARRAKPOS.COM. — PDI Perjuangan Kabupaten Banyuasin mulai memanaskan mesin politiknya. Penjaringan calon Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang semula terfokus di Kecamatan Banyuasin III dan Sembawa, kini resmi diperluas ke seluruh kecamatan. Langkah ini menjadi sinyal kuat adanya konsolidasi besar-besaran demi mendongkrak suara pada kontestasi politik mendatang.
Kegiatan penjaringan tersebut turut dihadiri langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuasin, Dr. Ir. Sukardi, SP, M.Si, yang menegaskan pentingnya proses seleksi yang ketat, objektif, dan berorientasi pada kekuatan organisasi.
Dalam struktur panitia penjaringan, Yudi Wahyudi, SH dipercaya sebagai Ketua Penjaringan Calon, didampingi oleh Bendahara M. Syarif Hidayatullah, AP, SH. Selain itu, sejumlah tokoh turut memberikan warna dalam proses ini, di antaranya Prof. Dr. Edi Surya Negara, S.Kom., M.Si dan Supembi Situmorang, SP..yudis.S.KOM silviyani dan Arbain.SH
Penjaringan ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Lebih dari itu, proses ini menjadi ajang uji kualitas kader—mulai dari loyalitas, kapasitas kepemimpinan, hingga kemampuan menggerakkan basis massa di tingkat akar rumput.
“Ketua PAC ke depan harus punya daya juang tinggi. Tidak cukup hanya memahami struktur, tapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat dan memenangkan hati rakyat,” ujar salah satu sumber internal partai.
Fokus perhatian saat ini memang tertuju pada Banyuasin III dan Sembawa—dua wilayah yang dinilai memiliki potensi suara besar. Namun, potensi tersebut dinilai belum tergarap maksimal akibat belum solidnya kepemimpinan di tingkat PAC.
Perluasan penjaringan ke seluruh kecamatan dinilai sebagai langkah strategis untuk merapikan barisan sekaligus membuka ruang regenerasi kepemimpinan. PDI Perjuangan Banyuasin tampak tak ingin sekadar bertahan, tetapi berambisi bangkit dan kembali menjadi kekuatan dominan di Bumi Sedulang Setudung.
Pengamat politik lokal menilai, langkah ini tepat jika dijalankan secara transparan dan tanpa intervensi kepentingan sempit.
“Ini momentum penting. Jika prosesnya bersih dan objektif, maka figur yang lahir benar-benar representatif dan mampu mengangkat elektabilitas partai,” ujarnya.
Dengan mekanisme seleksi berlapis hingga tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Sumatera Selatan, harapan besar disematkan pada sosok Ketua PAC terpilih. Mereka dituntut bukan hanya menjadi pemimpin administratif, tetapi juga motor penggerak politik yang mampu menyerap aspirasi masyarakat dan mengubahnya menjadi kekuatan nyata.
Kini, publik Banyuasin menanti—siapa figur yang akan muncul dari proses ini. Satu hal yang pasti, pertarungan menuju kursi Ketua PAC bukan sekadar soal jabatan, melainkan tentang siapa yang paling siap membawa PDI Perjuangan kembali berjaya.(WT)














