Palembang

Pemkot Palembang Siapkan Car Free Night Kolonel Atmo, Belajar dari Evaluasi Pedestrian Sudirman

7
×

Pemkot Palembang Siapkan Car Free Night Kolonel Atmo, Belajar dari Evaluasi Pedestrian Sudirman

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Pemerintah Kota Palembang tengah mematangkan rencana pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Jalan Kolonel Atmo sebagai upaya menghadirkan ruang publik malam hari yang tertata sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Program ini disiapkan dengan pendekatan evaluatif, belajar dari pengalaman pengelolaan kawasan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Ruang Rapat Parameswara Setda Kota Palembang, Selasa (13/1/2026).

Rapat dipimpin Asisten II Setda Pemkot Palembang dan dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Muhammad Irman, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas seni-budaya, dan asosiasi pariwisata.

Irman menjelaskan, CFN Kolonel Atmo dirancang tidak sekadar sebagai penutupan jalan dari kendaraan bermotor, melainkan sebagai ruang ekspresi budaya, seni, dan ekonomi lokal yang terkonsep.

“Konsepnya kami kembangkan menyerupai kawasan pedestrian Sudirman, namun dengan perbaikan dari berbagai catatan evaluasi yang ada. CFN ini diarahkan menjadi pusat atraksi seni, budaya, serta UMKM kuliner dan suvenir khas Palembang,” kata Irman.

Menurut Irman, Pemkot menargetkan pelaksanaan CFN Kolonel Atmo dimulai setelah Lebaran Idul Fitri 2026, dengan frekuensi satu kali dalam sepekan, setiap malam Minggu. Saat ini, Pemkot masih mematangkan aspek teknis, mulai dari perizinan, rekayasa lalu lintas, keamanan, hingga pengaturan zona kegiatan.

“Kami ingin memastikan CFN ini berjalan tertib, aman, dan nyaman. Karena itu, koordinasi lintas OPD dan pemangku kepentingan menjadi kunci,” ujarnya.

Lebih jauh, Irman menegaskan bahwa pelaksanaan CFN Kolonel Atmo tidak akan mengulang kelemahan yang sempat muncul di kawasan pedestrian Sudirman, seperti ketidakteraturan lapak, pengelolaan keramaian, hingga konsistensi kegiatan.

“Apa yang menjadi kekurangan di Sudirman akan menjadi bahan pembenahan. Tujuannya agar CFN benar-benar ramah bagi masyarakat dan berkelanjutan, bukan sekadar euforia sesaat,” kata dia.

Dari kalangan pelaku pariwisata, Ketua Asosiasi Pariwisata Palembang, Evan, mengingatkan pentingnya tata kelola yang solid dan rasa kepemilikan bersama terhadap program tersebut. Menurutnya, banyak kegiatan ruang publik yang ramai di awal, tetapi kehilangan daya tarik karena kurangnya konsistensi pengelolaan.

“Kegiatan seperti ini harus dikelola dengan matang. Di dalamnya ada komunitas, seniman, dan pelaku usaha. Semua harus merasa memiliki,” ujar Evan.

Ia juga mendorong peran aktif seluruh OPD agar CFN tidak berjalan sporadis. “Biasanya awalnya ramai, lalu sepi. Kami berharap ada komitmen kuat dari wali kota agar semua OPD bergerak bersama, sehingga setiap pelaksanaan CFN selalu hidup dan konsisten,” katanya.

Pemkot Palembang berharap, dengan perencanaan yang lebih terukur dan dukungan lintas sektor, Car Free Night Jalan Kolonel Atmo dapat berkembang menjadi destinasi wisata malam baru yang tidak hanya meramaikan kota, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta menggerakkan ekonomi warga secara berkelanjutan. (WNA)