PT. Pelindo

Pelindo Palembang Bicara Transparansi Lima Tahun Pascamerger, Media Diminta Jadi Penjaga Akuntabilitas

8
×

Pelindo Palembang Bicara Transparansi Lima Tahun Pascamerger, Media Diminta Jadi Penjaga Akuntabilitas

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi dan inovasi komunikasi di tengah tantangan pengelolaan pelabuhan pascamerger. Penegasan itu disampaikan dalam media gathering bertema “Transparency & Innovation in Communication” yang digelar di Terminal Penumpang Pelabuhan Boom Baru, Kamis, (18/12/2025).

Wakil Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat, Oktaf Riadi, menilai pertemuan tersebut menjadi momentum refleksi atas kinerja BUMN kepelabuhanan sepanjang 2025. Ia menekankan peran strategis media dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.

“Media adalah mitra strategis dalam pemberitaan dan keterbukaan informasi. Profesionalisme wartawan menjadi kunci agar informasi yang sampai ke publik tetap berimbang dan dapat dipercaya,” kata Oktaf.

Dari pihak Pelindo, Manager Komersial Regional 2 Palembang, Darmawi, menyatakan bahwa kolaborasi dengan media menjadi elemen penting dalam menerjemahkan kebijakan dan program perusahaan kepada masyarakat, khususnya di Sumatera Selatan.

“Pelindo mengemban amanah besar sebagai pengelola pelabuhan. Berbagai program dan kebijakan harus dipahami publik, dan di sinilah peran media menjadi sangat krusial,” ujarnya.

Darmawi memaparkan, 2025 menjadi tahun kelima Pelindo beroperasi pascamerger empat BUMN pelabuhan pada 2021. Saat ini Pelindo dikelola oleh satu direksi dengan pembagian empat regional, termasuk Regional 2 Palembang.

Di Pelabuhan Boom Baru, Pelindo mengelola area seluas 22,4 hektare dengan rencana pengembangan lahan di Pelabuhan Sungai Lais. Kedalaman alur pelayaran berada pada minus 3 hingga 4 meter, yang menjadi salah satu tantangan dalam peningkatan kapasitas layanan.

Meski berskala relatif kecil, terminal peti kemas Boom Baru masih melayani pengiriman internasional, termasuk rute ke Singapura. Fasilitas terminal juga telah dilengkapi peralatan bongkar muat yang sebagian besar terelektrifikasi, sejalan dengan agenda efisiensi dan keberlanjutan.

Dari sisi armada, Pelindo Regional 2 Palembang mengoperasikan tiga unit motor pandu, dua unit motor Tanjung Buyut, serta tujuh unit tugboat—baik milik sendiri maupun sewa—dengan tiga titik stasiun pandu aktif di wilayah Palembang.

Namun, untuk layanan penumpang, aktivitas penyeberangan tercatat tidak beroperasi sejak September 2025. Darmawi menyebutkan, kondisi tersebut dipengaruhi kapal yang menjalani perbaikan (docking) serta faktor cuaca.

Selain kinerja operasional, Pelindo Regional 2 Palembang juga memaparkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2025 yang difokuskan pada empat pilar: pendidikan, penanganan stunting, kesehatan, dan penunjang pendidikan. Program berkelanjutan yang dijalankan antara lain Rumah Belajar dan Pelindo Mengajar. (WNA)