PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, – Kabar kurang menyenangkan bagi pengguna transportasi umum di Kota Palembang. Layanan Buy The Service (BTS), termasuk Feeder LRT Musi Emas dan sejumlah bus mikro, resmi mengumumkan penghentian sementara operasional mulai 1 November 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Feeder LRT Musi Palembang pada Sabtu (31/10/2026). Kebijakan ini berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat yang selama ini mengandalkan transportasi publik untuk beraktivitas sehari-hari.
Dalam pengumuman tersebut, terdapat empat layanan yang terdampak penghentian sementara, yakni:
1. Feeder Koridor 1: Talang Kelapa–Talang Buruk.
2. Feeder Koridor 2: Asrama Haji–Sematang Borang.
3. Bus Mikro Koridor 2: Terminal Sako–Palembang Icon.
4. Bus Mikro Koridor 5: Tanjung Barangan–Stasiun LRT Bumi Sriwijaya.
Pihak pengelola menyebut penghentian operasional dilakukan berdasarkan pertimbangan dan evaluasi aspek operasional serta pembaruan administrasi penyelenggaraan layanan.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Palembang, Sariansyah Ismail, S.STP., M.Si., saat dikonfirmasi wartawan Sumsel JARRAKPOS melalui WhatsApp membenarkan adanya penghentian sementara tersebut.
Ia menjelaskan, kendala yang terjadi berkaitan dengan proses pembaruan administrasi perusahaan pelaksana pengadaan layanan Teman Bus dan Feeder untuk tahun anggaran 2026.
“Atas nama Pemerintah Kota Palembang, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna layanan Teman Bus dan Feeder yang untuk sementara belum dapat menggunakan layanan tersebut,” katanya, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Sariansyah, pelaksana pengadaan jasa layanan Teman Bus dan Feeder saat ini sedang melakukan pembaruan dan pemutakhiran administrasi terkait KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia).
Selain itu, terdapat pemeliharaan sistem atau maintenance pada Online Single Sub mission (OSS) yang masih memerlukan proses verifikasi dan kurasi.
Kondisi tersebut berdampak pada belum dapat dilakukannya pembelian layanan melalui sistem katalog elektronik atau e-Katalog.
“Proses verifikasi saat ini masih berlangsung dan diperkirakan memerlukan waktu beberapa hari atau sekitar tiga sampai lima hari. Berdasarkan kondisi tersebut, petugas layanan belum dapat melakukan pembelian secara e-Katalog,” jelasnya.
Pemerintah Kota Palembang berharap proses pembaruan administrasi dan verifikasi sistem tersebut dapat segera diselesaikan sehingga layanan transportasi publik kembali beroperasi.
Penghentian sementara ini menjadi perhatian tersendiri mengingat Feeder LRT dan bus mikro selama ini menjadi salah satu moda transportasi penunjang mobilitas masyarakat, terutama untuk menghubungkan kawasan permukiman, terminal, pusat aktivitas ekonomi, dan stasiun LRT.
Masyarakat pun berharap persoalan administrasi tersebut dapat segera dituntaskan agar layanan transportasi publik di Kota Palembang tidak terlalu lama terhenti. (WNA)












