Seni

Membawa Musik Tradisi Sumatera Selatan dalam Perjumpaan Budaya Nusantara

15
×

Membawa Musik Tradisi Sumatera Selatan dalam Perjumpaan Budaya Nusantara

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS- Tanjack Kultur Palembang bertolak menuju Danau Toba, Sumatera Utara, untuk mengikuti Lake Toba Traditional Music Festival.

Keberangkatan rombongan menjadi bagian dari perjalanan kreatif Tanjack Kultur dalam membawa karya musik dan semangat kebudayaan Sumatera Selatan ke ruang perjumpaan seni yang lebih luas.

Rombongan Tanjack Kultur berangkat dari Gedung Kesenian Palembang pada tanggal 2 September 2026 pukul 05.00 WIB.

Sebelum bertolak, seluruh personel berkumpul dan mempersiapkan perjalanan panjang menuju Danau Toba.

Dalam perjalanan kali ini, Tanjack Kultur diperkuat oleh para penampil yang terdiri dari Randi Putra pada vokal dan gitar, Feri Firmansyah pada gitar, Irfan Kurniawan pada bass, Deria pada drum, Mas Ari Rasadam pada keyboard, serta Aldhan pada kolintang.

Rombongan juga didampingi oleh Acan Gimbal selaku manajer Tanjack Kultur, Ozi dari BPK Sumatera Selatan, serta M. Nasir Ketua Dewan Kesenian Palembang.

Perjalanan menuju Danau Toba ditempuh melalui jalur darat. Salah satu titik persinggahan rombongan adalah Pekanbaru, Riau.

Di kota tersebut, Tanjack Kultur berkesempatan beristirahat sekaligus bersilaturahmi dengan kawan dan jejaring komunitas musik, khususnya Angga dan Studio Djangat.

Persinggahan di Pekanbaru menjadi bagian menarik dari perjalanan Tanjack Kultur. Bagi rombongan, perjalanan menuju festival tidak semata-mata tentang mencapai lokasi pertunjukan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperluas silaturahmi, bertemu dengan kawan-kawan seniman, dan membangun jejaring antarkomunitas.

Setelah menempuh perjalanan darat dari Palembang, rombongan Tanjack Kultur tiba di kawasan Danau Toba pada tanggal 4 September 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.

Membawa Semangat Musik Tradisi Sumatera Selatan

Keikutsertaan Tanjack Kultur dalam Lake Toba Traditional Music Festival menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan musikal Sumatera Selatan dalam perjumpaan dengan berbagai tradisi musik Nusantara.

Tanjack Kultur merupakan kelompok musik yang tumbuh dari lingkungan seni dan kebudayaan Palembang. Dalam proses kreatifnya, Tanjack Kultur memiliki perhatian terhadap musik tradisi dan kekayaan musikal lokal, namun tetap membuka ruang terhadap eksplorasi, reinterpretasi, dan pendekatan musikal yang lebih kontekstual.

Bagi Tanjack Kultur, tradisi bukan sesuatu yang berhenti pada bentuk masa lalu.

Tradisi merupakan sumber pengetahuan, identitas, sekaligus bahan kreatif yang dapat terus ditafsirkan dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman.

Karena itu, perjalanan menuju Lake Toba juga dipandang sebagai ruang belajar.

Pertemuan dengan seniman dan komunitas dari berbagai daerah diharapkan dapat membuka kemungkinan kolaborasi sekaligus memperkaya pengalaman artistik para personel Tanjack Kultur.

Dari Palembang Menuju Danau Toba

Perjalanan panjang Palembang–Pekanbaru–Danau Toba menjadi cerita tersendiri bagi Tanjack Kultur.

Di sepanjang perjalanan, kebersamaan para personel menjadi bagian penting dari proses menuju panggung festival.

“Kami datang bukan hanya untuk tampil, tetapi juga untuk bersilaturahmi, belajar, dan bertemu dengan kawan-kawan seniman dari berbagai daerah.

Kami membawa semangat dari Palembang dan Sumatera Selatan untuk menjadi bagian dari perjumpaan musik tradisional di Danau Toba,” ujar Acan Gimbal, Manajer Tanjack Kultur.

Kehadiran Tanjack Kultur di Lake Toba Traditional Music Festival diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas jejaring musik tradisional Sumatera Selatan sekaligus memperkenalkan karya dan karakter musikal Palembang kepada publik yang lebih luas.

Perjalanan ini pada akhirnya bukan hanya perjalanan menuju sebuah festival, tetapi juga perjalanan membawa identitas, persahabatan, dan semangat kebudayaan dari Palembang menuju Danau Toba.

Tanjack Kultur Palembang — membawa tradisi, merawat silaturahmi, dan terus bergerak mencari ruang baru bagi musik Nusantara.

Tiga lagu disiapkan untuk ditampilkan “Kelakar Betok Bujang Buntu”, “Senjang Voice: Beatween the Gaps”, dan “Antan Delapan Tetak Due”.

Even Lake Toba Traditional Music Festival digagas Rumah Karya Indonesia yang didanai Oleh Kementerian Kebudayaan. Direncanakan dihadiri oleh Wamen Kebudayaan Giring Ganesha.

Selain didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Sumsel, penampilan Tancak Kultur juga disupport DPRD Palembang dan Dewan Kesenian Palembang, serta Yayasan Lacak Budaya. ***