PALEMBANG SUMSEL JARRAKPOS,— Ramadan tahun ini dimanfaatkan Perkumpulan Zuriat Masagus-Masayu Palembang Darussalam (PZMMPD) bukan hanya sebagai momentum ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi budaya. Selama hampir 20 hari, organisasi yang berdiri pada 2021 itu menggelar rangkaian kegiatan di , masjid milik Pemerintah Kota Palembang.
Ketua Umum , Mgs. H. Syaiful Padli, S.T., M.T., mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menjawab kegelisahan atas mulai memudarnya pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan budaya Palembang.
“Ramadan bukan sekadar ritual tahunan. Kami ingin menjadikannya momentum untuk memperkuat identitas dan kesadaran sejarah wong Palembang,” kata Syaiful dalam keterangannya di Palembang, Senin (23/2/2026).
Salah satu agenda utama adalah Seminar Budaya Kota Palembang yang melibatkan Dinas Pendidikan Kota Palembang. Seminar ini diikuti perwakilan dari 62 SMP dan 229 SD di Palembang. Para guru diundang agar materi yang disampaikan dapat diteruskan kepada siswa melalui muatan lokal (mulok).
Menurut Syaiful, seminar tersebut membahas bahasa dan tradisi Palembang, serta sejarah Kesultanan Palembang Darussalam yang dinilai semakin jarang disentuh dalam ruang-ruang pendidikan publik.
“Budaya tidak cukup hanya dipraktikkan, tetapi harus dipahami akar sejarahnya. Kita ingin generasi muda mengenal kembali narasi besar tentang Kesultanan Palembang Darussalam dan nilai-nilai yang membentuk masyarakat hari ini,” ujarnya.
Selain seminar, kegiatan Ramadan itu juga diisi bazar, lomba hafalan Asmaul Husna, sambung ayat, lomba mewarnai, serta lomba Cerios—cerita berbahasa Palembang—yang menyasar pelajar. Seluruh kegiatan dipusatkan di Masjid Al Fathul Akbar, yang oleh PZMMPD ingin diperkuat sebagai ruang publik berbasis keagamaan dan kebudayaan, khususnya di kawasan Seberang Ulu.
Syaiful menilai masjid memiliki posisi strategis sebagai simpul spiritual sekaligus sosial. “Kami ingin masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter dan pelestarian budaya,” katanya.
Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Kota Palembang Ir. H. Akhmad Bastari Yusak, ST., MT., IPM., ASEAN Eng menyatakan, kegiatan yang mengedepankan gotong royong dan kepedulian sosial selaras dengan upaya membangun kota tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga moral dan spiritual.
Ketua Masjid Al Fathul Akbar, Drs. H. Mgs. A. Fathoni HU, M.Si., menambahkan pihaknya berharap ke depan ada sentuhan arsitektur khas Palembang, seperti ornamen songket atau elemen budaya lokal lain, dalam rencana renovasi masjid.
Bagi Syaiful, yang terpenting adalah keberlanjutan gerakan. “Palembang harus maju secara pembangunan, tetapi juga kokoh secara moral dan budaya. Kalau identitas hilang, kita kehilangan arah,” ujarnya. (WNA)














