Kebocoran Pipa Milik Pertamina EP Adera Field di Desa Benuang, Begini Tanggapan Wabup Pali

Daerah, Pali359 Dilihat

PALI, SUMSELJARRAKPOS – Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),  Dr. Ir. H. Heri Amalindo MM melalui Wakil Bupati (Wabup) Drs H.Soemarjono angkat bicara terkait insiden pipa milik PT Pertamina EP (PEP) Adera Field yang mengalami kebocoran di Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir), Sumatra Selatan, pada Sabtu (13/1).

Wabup PALI, Drs H.Soemarjono  meminta pihak Pertamina agar secepatnya mencari penyebab pecahnya pipa minyak yang letaknya tak jauh dari permukiman warga Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi.

“Kami minta secepatnya pihak Pertamina menyelesaikan permasalahan ini,” pinta Wabup, kepada Publika.id sore ini.

Dengan adanya warga yang terdampak atas kejadian itu, Wabup menekankan pihak Pertamina melakukan inventarisir kerugian yang dialami masyarakat.

“Kalau memang itu akibat korosi, Pertamina harus bertanggung jawab dan selesaikan sesuai aturan yang ada,” imbuhnya.

Pertamina juga diminta Wabup PALI selain mendata kerugian warga, juga agar bisa menginventarisir aset milik Pertamina yang telah keropos atau usianya telah tua

“Kalau memang itu karena korosi, silahkan inventarisir aset terutama land pipa yang usianya telah tua. Pertamina kan ada datanya. Silahkan cek secara berkala atau lakukan perawatan sehingga tidak terjadi kebocoran,” titah Wabup.

Adanya warga yang mengungsi Wabup berencana meninjau ke lokasi.

“Kami akan segera ke lapangan untuk meninjau kondisi warga yang terdampak,” imbuhnya.

Sebelum proses pembersihan selesai dan limbah minyak masih ada di lokasi, Wabup menghimbau warga tidak mendekati lokasi apalagi merokok atau menghidupkan api.

“Limbah minyak yang keluar dari pipa yang pecah sangat berpotensi memantik kebakaran. Jadi jangan mendekati lokasi itu. Untuk pihak Pertamina juga harus melakukan penjaga jangan sampai kejadian itu bertambah besar,” himbaunya.

Wabup juga memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI agar turun ke lapangan guna mengecek dampak lingkungan imbas dari kejadian tersebut.

“Meski besok hari libur, kami minta Dinas Lingkungan Hidup untuk turun ke lapangan, karena ada limbah minyak mentah yang masuk ke sumur warga yang dikhawatirkan mencemari lingkungan sekitar,” ucapnya. (**)