JAKARTA , SUMSEL JARRAKPOS, — Jasa Raharja menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 H yang diselenggarakan oleh pada Selasa (24/2/2026) di Kantor Kemenhub, Jakarta.
Kehadiran Jasa Raharja dalam forum lintas sektor ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan sebagai BUMN untuk mendukung kesiapan sistem transportasi nasional sekaligus memastikan perlindungan optimal bagi masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan RI, , dan diikuti oleh kementerian dan lembaga terkait, TNI/Polri, pemerintah daerah, operator transportasi, serta jajaran pimpinan BUMN sektor transportasi dan infrastruktur.
Direktur Utama , , turut hadir untuk memastikan kesiapan dukungan perlindungan dasar bagi masyarakat selaras dengan kebijakan nasional di bidang pelayanan publik.
Dalam arahannya, Dudy menekankan pentingnya kesiapan teknis seluruh moda transportasi sebelum periode Angkutan Lebaran dimulai.
“Saya ingin kita memperhatikan bersama aspek-aspek teknis dari moda transportasi yang akan digunakan. Kita pastikan tidak ada yang terlewat berkaitan dengan persiapan teknis, sehingga seluruh moda transportasi benar-benar berkeselamatan,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi potensi lonjakan penumpang. Maskapai penerbangan diminta mengantisipasi peningkatan permintaan tiket dengan menyiapkan penerbangan tambahan jika diperlukan.
Selain itu, kepada Pelindo, Menteri Perhubungan mengingatkan agar kemacetan pasca-Lebaran seperti yang terjadi pada periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026 tidak kembali terulang, khususnya dalam pengelolaan area penampungan kendaraan di pelabuhan.
“Kita ingin pelaksanaan Angkutan Lebaran berjalan tertib sesuai komitmen bersama. Koordinasi dan kepatuhan seluruh pihak menjadi faktor penting agar tidak terjadi gangguan yang berdampak pada kelancaran dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Skema Terintegrasi Jasa Raharja
Sementara itu, Muhammad Awaluddin dalam laporannya menyampaikan bahwa kesiapan perusahaan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pra-mudik, masa arus mudik, hingga arus balik Idulfitri 2026.
“Kami dari Jasa Raharja tahun ini melakukan kesiapan yang terintegrasi, baik menjelang arus mudik, saat arus mudik, maupun arus balik. Bersama Korlantas Polri dan stakeholder lainnya, kami telah melakukan survei jalur serta pemetaan titik rawan kecelakaan,” paparnya.
Ia menjelaskan, petugas Jasa Raharja di 63 cabang dan 29 kantor wilayah turut melakukan ramp check bersama Direktorat Lalu Lintas di masing-masing Polda, dan kegiatan tersebut masih berlangsung hingga saat ini.
Dalam mendukung pengamanan Lebaran, Jasa Raharja juga akan mengoperasikan 25 pos pelayanan terpadu. Salah satu titik yang dipersiapkan adalah KM 81 yang difungsikan sebagai check point untuk pengecekan kesehatan dan layanan pendukung lainnya di luar rest area.
Selain penguatan di lapangan, perusahaan juga mengoptimalkan kolaborasi dengan rumah sakit guna memastikan proses penjaminan korban kecelakaan berjalan cepat dan tepat.
“Tahun ini kami mengoptimalkan proses zero pending claim, sehingga masyarakat yang menjadi korban kecelakaan dapat kami layani dengan sebaik-baiknya dan seefektif mungkin. Ini bagian dari komitmen kami dalam memberikan asuransi kecelakaan secara cepat dan transparan,” tambahnya.
Sebagai bagian dari ekosistem BUMN yang mendukung transformasi layanan di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Raharja terus memperkuat digitalisasi sistem santunan, integrasi data dengan kepolisian dan rumah sakit, serta peningkatan standar pelayanan publik.
Melalui partisipasi dalam rapat koordinasi ini, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan prima dengan prinsip melayani sepenuh hati, sekaligus mendukung terwujudnya keselamatan dan kelancaran Angkutan Lebaran 2026 di seluruh Indonesia.(Rill)














