Berita

Forum DAS Sumsel Evaluasi Lima Tahun, Perkuat Kolaborasi Jaga Ekosistem Sungai dan Gambut

21
×

Forum DAS Sumsel Evaluasi Lima Tahun, Perkuat Kolaborasi Jaga Ekosistem Sungai dan Gambut

Sebarkan artikel ini

 

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumatera Selatan mengevaluasi perjalanan lima tahun kepengurusan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sungai, hutan, dan gambut.

 

Evaluasi tersebut dibahas dalam Lokakarya dan Musyawarah Daerah Forum DAS Sumsel 2026 di Hotel Beston, Palembang, Selasa, 27 Oktober 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Peran Forum DAS dalam Tata Kelola Kolaboratif Daerah Aliran Sungai yang Berkelanjutan di Sumatera Selatan”.

 

Ketua Forum DAS Sumsel, Dr. Syafrul Yunardi, mengatakan, lokakarya menjadi ruang untuk merefleksikan program yang telah dijalankan selama lima tahun, menghimpun masukan dari para mitra, serta merumuskan rekomendasi bagi penguatan organisasi dan kepengurusan berikutnya.

 

Menurut Syafrul, pengelolaan daerah aliran sungai tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan keterlibatan perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi lingkungan, media massa, komunitas masyarakat, dan generasi muda agar upaya perlindungan lingkungan berjalan secara berkelanjutan.

 

Lokakarya tersebut dihadiri perwakilan lima unit pelaksana teknis kementerian terkait, pimpinan dan mahasiswa dari 11 perguruan tinggi, asosiasi pengusaha, media massa, serta jajaran pengurus Forum DAS Sumsel.

 

“Dua hari kegiatan ini menjadi ruang refleksi atas kolaborasi yang telah kami lakukan selama lima tahun. Kami ingin menghimpun masukan dan rekomendasi sebagai bahan evaluasi sekaligus bekal bagi kepengurusan berikutnya,” ujar Syafrul.

Selama lima tahun terakhir, Forum DAS Sumsel menjalankan sejumlah program berbasis kajian, riset, dan penelitian. Salah satunya mendorong penyusunan kurikulum muatan lokal tentang lingkungan hidup, termasuk ekosistem gambut, bagi siswa sekolah dasar di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Forum DAS juga memfasilitasi penyusunan peraturan desa terkait perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut. Di Kabupaten Banyuasin, forum tersebut turut membantu pembentukan forum koordinasi pengelolaan mangrove sesuai permintaan pemerintah daerah setempat.

 

Selain perlindungan ekosistem, Forum DAS Sumsel menyampaikan rancangan pengembangan ekowisata kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Program tersebut menjadi salah satu upaya mendorong pemanfaatan potensi lingkungan melalui pendekatan yang berkelanjutan.

 

Syafrul menegaskan, berbagai program itu merupakan bagian dari upaya menerjemahkan hasil penelitian menjadi rekomendasi dan kegiatan yang dapat dimanfaatkan pemerintah serta masyarakat.

Penguatan kolaborasi juga dilakukan melalui kerja sama dengan 11 perguruan tinggi yang telah menjalin nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Forum DAS Sumsel.

 

Forum tersebut turut membina Laskar Muda Forum DAS, komunitas mahasiswa yang didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memperluas edukasi dan meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan daerah aliran sungai.

 

Di tingkat daerah, enam Forum DAS kabupaten dan kota telah memiliki kepengurusan. Jaringan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, badan usaha milik negara, organisasi lingkungan nasional maupun lokal, serta Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI).

 

Forum DAS Sumsel juga menginisiasi aplikasi Songket Sumsel yang diluncurkan saat kepengurusan mulai berjalan. Syafrul mengatakan aplikasi tersebut masih digunakan hingga saat ini sebagai bagian dari penguatan informasi.

 

Pada 2026, kepengurusan Forum DAS Sumsel juga memperoleh penghargaan yang disebut sebagai koperasi terbaik tingkat nasional dari Kementerian Kehutanan. Syafrul berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dan dilanjutkan oleh pengurus berikutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta Forum DAS mengambil peran nyata dalam menjaga kelestarian sungai, hutan, dan lingkungan hidup. Ia menilai keberadaan 42 daerah aliran sungai di Sumsel membutuhkan pengawasan bersama, bukan hanya mengandalkan pemerintah.

 

Herman Deru menyoroti ancaman berupa penggundulan hutan, abrasi, sedimentasi, penambangan ilegal, hingga pencemaran akibat penggunaan merkuri. Ia berharap Forum DAS mampu menjadi sumber informasi yang akurat sekaligus pengingat ketika terjadi kerusakan lingkungan.

 

Bagi Forum DAS Sumsel, evaluasi lima tahun kepengurusan menjadi momentum untuk memastikan kolaborasi yang telah dibangun tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama atau pelaksanaan kegiatan. Tantangan selanjutnya ialah menjaga kesinambungan program dan memastikan hasil kajian serta rekomendasi benar-benar mendukung perlindungan daerah aliran sungai di Sumatera Selatan. (WNA)