PALI, SUMSELJARRAKPOS– Proses seleksi tenaga kerja proyek di lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Field menuai sorotan tajam. Sejumlah warga menduga proses rekrutmen tersebut sarat praktik tidak transparan dan bernuansa kolusi serta nepotisme.
Ketua Fakar Lematang, Aka Cholik Darlin, membenarkan adanya laporan masyarakat terkait polemik tersebut. Menurutnya, indikasi kecurangan dalam rekrutmen mulai mencuat sejak beberapa pekan terakhir.
“Kami telah menerima pengaduan dari masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terkait dugaan kolusi dan nepotisme dalam proses penerimaan tenaga kerja proyek PT PWS di lingkungan Pertamina Hulu Rokan Adera Field,” ujar Aka Cholik kepada wartawan, Jumat malam (31/10/2025).
Aka menyebut, jika dugaan tersebut terbukti, hal itu bukan hanya mencederai keadilan sosial, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai dasar Pancasila.
“Ini jelas melanggar sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Tiga Isu Utama yang Jadi Sorotan
Fakar Lematang mengidentifikasi sedikitnya tiga persoalan utama dalam seleksi tenaga kerja tersebut. Pertama, minimnya transparansi dalam indikator administrasi kelulusan.
Kedua, dugaan pengkondisian hasil tes yang berpotensi mengabaikan nilai objektif peserta.
Dan ketiga, adanya peserta non-lokal yang diluluskan, meski kuota telah ditetapkan untuk tenaga kerja dari wilayah sekitar.
“Dari laporan masyarakat, ada indikasi kuat bahwa peserta dari luar daerah justru dinyatakan lulus, sementara warga lokal terpinggirkan. Ini yang kami anggap mencurigakan,” ungkap Aka.
Fakar Lematang Siapkan Langkah Tegas
Sebagai respons atas laporan masyarakat, Fakar Lematang menegaskan tidak akan tinggal diam. Organisasi tersebut akan memanggil pihak manajemen Pertamina Adera Field untuk memberikan klarifikasi resmi.
“Kami akan mengundang manajer Adera Field untuk memberikan penjelasan terbuka. Jika tidak ada itikad baik, kami siap menggelar aksi unjuk rasa dan menghentikan operasional sementara di wilayah kerja Pertamina Adera Field,” ancamnya.
Tak hanya itu, Aka menyebut langkah hukum juga tengah disiapkan. Fakar Lematang berencana melaporkan persoalan ini ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar ada evaluasi menyeluruh terhadap proses rekrutmen dan pengawasan di lingkungan Pertamina Hulu Rokan.
“Pertamina Adera Field harus bertanggung jawab atas kisruh ini. Kami akan bawa persoalan ini hingga ke Kemendagri bila tidak ada penyelesaian yang adil,” tandas Aka Cholik Darlin.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Field masih belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan dugaan kolusi dan manipulasi rekrutmen tersebut. ***














