Energi Surya Bukit Asam Tingkatkan Masa Panen Petani Talawi

PTBA130 Dilihat

SUMBAR, SUMSELJARRAKPOS.COM  – Menjadi komitmen PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai anggota holding pertambangan MIND ID untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan.

Bentuk kepedulian yang direalisasikan dengan pendirian PLTS Irigasi di Desa Talawi Mudiak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat yang dibangun sejak 2019.

Saat Tim Corporate Social Responsibility (CSR) PTBA bertemu langsung dengan petani di Desa Talawi, Sabtu (2/12/2023), nampak bahwa energi surya dari PLTS Irigasi bantuan PTBA telah membuat hamparan sawah menghijau dengan tanaman padi, kangkung, dan jagung serta terlihat peternakan sapi yang tumbuh dengan sehat.

Menurut AVP Sustainable Economic, Social & Enviroment PTBA Mustafa Kamal mewakili Manajemen PTBA bahwa kehadiran Tim CSR PTBA di Desa Talawi tidak hanya untuk meninjau kembali bangunan PLTS Irigasi yang sudah dibangun, akan tetapi juga untuk melihat dampak positif untuk masyarakat dan petani dari keberadaan PLTS pasca didirikan 2019 silam.

Dan patut disyukuri, salah satu diversifikasi bisnis yang menjadi pilihan PTBA adalah pengembangan sektor energi baru dan terbarukan, yang juga merupakan fokus pemerintah dalam menyediakan energi lebih ramah lingkungan untuk rakyat Indonesia bisa berhasil diterapkan bersama petani Desa Talawi.

Ia menuturkan PLTS Irigasi Talawi ini beroperasi sejak 2019 dengan bantuan pompa irigasi tenaga surya di Desa Talawi Mudik Kota Sawahlunto memiliki kapasitas 50 lps (liter per second) atau 50 liter/detik dengan head 50 meter.
Bantuan tersebut terdiri 1 unit pompa submersible, 1 unit inverter, 1 unit bak intake ukuran 3×3 meter dengan kedalaman 6 meter.

Listrik untuk pompa irigasi dengan daya 11 kW ini akan dialirkan oleh PLTS Talawi berkapasitas 16,5 kW yang dioperasikan melalui rumah panel kontrol 1 unit, 142 keping panel surya, dan pipanisasi sepanjang 1,2 km.
Sedangkan luas lahan yang telah dialiri adalah 62 hektar dengan hasil panen mencapai 1.000 ton per tahun dari 3 kali panen.

Sebelumnya hanya 248 ton per tahun.
Jumlah penerima manfaat adalah 460 orang yang terdiri dari 115 petani dan 345 anggota keluarga dari masing-masing petani.

Pemeliharaan melibatkan kerja sama dengan warga, dimana para petani akan memberikan kontribusi 1 kg beras per petani saat setiap kali panen. Dimana harga per kilonya Rp10.000,- jadi petani dapat berkontribusi senilai Rp1.150.000,-/panen. Artinya, di setiap tahunnya petani mampu mengumpulkan dana senilai Rp3.450.000,- untuk biaya perawatan dan pemeliharaan Pompa Irigasi tersebut.

“Kami berharap masyarakat di Desa Talawi tetap bisa terus merasakan manfaat dari PLTS ini, sehingga nantinya masyarakat terus meningkat kesejahteraannya,” pungkasnya.
Sementara itu, berada dalam naungan Kelompok Tani (Koptan) Tampang Jaya Desa Talawi sebanyak 43 orang petani bertahap dengan langkah pasti bisa mewujudkan impian mereka untuk bisa mandiri pangan melalui pertanian.

Seperti halnya disampaikan Dian anggota Koptan Tampang Jaya, yang mengakui sejak berdiri PLTS irigasi bantuan PTBA ini sangat membantu peningkatan produksi padi dan palawija milik masyarakat petani.

Ia mengatakan biasanya setahun panen 1 atau 2 kali panen, kini petani bisa panen tidak pernah berhenti dengan hingga 3 kali panen dalam setahun.

Menurutnya adanya PLTS Irigasi ini sangat efektif dan efisien, karena bukan saja petani padi, kangkung, jagung, cabe, dan palawija saja terbantu. Akan tetapi, peternak sapi juga sangat terbantukan oleh karena pengaliran air dari sungai yang tidak pernah putus.
Ia menuturkan bahwa untuk hasil panen rata-rata untuk kebutuhan rumah tangga dan sebagian di jual ke tengkulak.

“Mewakili masyarakat dan Kelompok Tani Tampang Jaya, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada CSR PTBA untuk bantuan PLTS Irigasinya. Semoga PTBA selalu jaya,” ucapnya.

Sementara Andri anggota Koptan lainnya mengatakan kepedulian PTBA untuk pertanian di desanya memang benar-benar dirasakan masyarakat. Karena, selama ini pertanian hanya mengandalkan air hujan, maka bila air kering karena kemarau panjang tidak menggangu petani untuk bertani maupun beternak.

PLTS Irigasi ini meningkatkan semangat petani dalam bertani dan menambah semangat petani untuk berhasil dalam menanam padi dan jagung.
“Alhamdulillah biasanya panen 2 kali dalam setahun. Sekarang bisa 5 kali panen dalam 2 tahun,” ungkapnya. (Novita)