OKI, SUMSELJARRAKPOS – Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, masih mendalami kasus bentrokan antara warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung, Kecamatan Tanjung Lubuk, yang menewaskan dua orang pada Kamis (15/10/2026) malam.
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi telah mengamankan dua orang yang diduga terkait dengan peristiwa itu.
Kasatreskrim Polres OKI, AKP M. Raka Dwi Darma, S.Tr.K., S.I.K., M.M., membenarkan bahwa penyidikan kasus tersebut masih berlangsung saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2026).
“Benar, perkara tersebut masih didalami. Nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” ujar Raka.
Ia menjelaskan, kedua orang yang diamankan masih menjalani perawatan medis.
Sementara itu, penyidik masih mendalami motif serta peran masing-masing dalam peristiwa tersebut.
“Kami sudah mengamankan dua orang. Motif dan keterlibatan mereka masih dalam proses pengembangan dan penyidikan,” katanya.
Raka mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban agar situasi tetap kondusif.
“Kami mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” pungkasnya.
Sebelumnya telah diberitakan, bentrokan tersebut diduga bermula dari saling sindir di TikTok pada Selasa (13/10/2026), yang berlanjut melalui pesan WhatsApp hingga kedua kelompok sepakat bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk.
Menurut kronologi awal, pertemuan itu berujung bentrokan setelah kendaraan yang ditumpangi warga Desa Jambu Ilir diduga menabrak rombongan pengendara sepeda motor dari Desa Bumi Agung.
Dua orang berinisial W (50) dan F (18) meninggal dunia, sementara DP (30) mengalami luka-luka dan M (18) dilaporkan kritis.
Polisi telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat, yakni MDA (28) dan N (53). Polres OKI masih mendalami penyebab bentrokan serta peran masing-masing pihak.












