PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS- Ketua DPD Projo Sumatera Selatan, H. Comsu, menegaskan bahwa pasca Kongres III Projo, arah perjuangan organisasi relawan ini harus bertransformasi dari sekadar loyalitas menjadi gerakan politik rakyat yang aktif dan berdaya guna.
Menurut Comsu, hasil Kongres III yang menetapkan kembali Budi Arie Setiadi sebagai Ketua Umum DPP Projo periode 2025–2030 menjadi momentum konsolidasi nasional.
Projo kini bukan lagi sekadar relawan Jokowi, melainkan mitra strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Projo tidak boleh berhenti di nostalgia. Sudah saatnya kita bergerak lebih jauh, menjadi kekuatan politik rakyat yang efektif dan mandiri. Projo Sumsel akan menjadi ujung tombak perubahan itu,” tegas Comsu dalam keterangannya, pada Senin (3/11/2025).
Comsu menegaskan, DPD Projo Sumsel telah menyiapkan langkah politik dan strategis pasca kongres. Di antaranya memperkuat struktur organisasi hingga tingkat akar rumput, membangun jejaring dengan berbagai elemen masyarakat, serta memastikan nilai-nilai kerja Jokowi tetap menjadi fondasi dalam mendukung kebijakan pemerintahan Prabowo–Gibran.
“Kita tetap membawa semangat kerja Jokowi: membangun dari bawah, fokus pada rakyat. Tapi arah politik kita kini jelas mendukung pemerintahan baru, menjaga kesinambungan, dan memastikan Projo tetap relevan di panggung nasional,” ujarnya.
Comsu menilai, keputusan DPP untuk mengubah logo Projo adalah langkah berani dan strategis dalam menegaskan kemandirian organisasi. Ia menyebut perubahan itu bukan penghapusan jejak Jokowi, tetapi penegasan jati diri baru Projo sebagai kekuatan politik yang siap menghadapi era baru.
“Transformasi simbol itu penting. Projo tidak kehilangan arah, justru menegaskan sikap: setia pada nilai, tapi fleksibel terhadap zaman. Kita belajar dari Jokowi untuk beradaptasi tanpa kehilangan prinsip,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut hasil Kongres III Projo di Jakarta, Hidayat memastikan DPD Projo Sumsel akan menjalankan lima resolusi nasional, terutama yang berkaitan dengan penguatan politik persatuan dan dukungan terhadap visi Indonesia Emas 2045.
“Kami akan jalankan agenda politik kebangsaan secara konkret. Projo Sumsel akan turun ke lapangan, menyentuh rakyat, memperjuangkan ekonomi kerakyatan, dan menjaga stabilitas politik daerah. Itu langkah nyata kami,” tegasnya.
Lebih lanjut, Comsu menyebut bahwa komunikasi antara Budi Arie dan Presiden Joko Widodo menunjukkan bahwa Projo tetap menjaga garis perjuangan Jokowi, namun kini melangkah bersama pemerintahan baru dengan semangat kolaborasi nasional.
“Pak Jokowi tetap guru politik kami. Tapi sekarang waktunya bekerja bersama Presiden Prabowo. Kami tidak akan terjebak dalam romantisme masa lalu Projo harus menjadi pelaku sejarah baru,” pungkasnya. ***













