BANYUASIN,SUMSEL JARRAKPOS.COM. — Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Durian Daun, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, hingga kini masih jalan di tempat. Sorotan tajam muncul setelah belum adanya sosok yang bersedia menjabat sebagai ketua, meski program tersebut dinilai krusial untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Ketua BPD Desa Durian Daun, Irpan Sandi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada warga yang bersedia mengambil tanggung jawab sebagai pimpinan Bumdes.
“Sudah kita komunikasikan, tapi sampai sekarang belum ada yang mau jadi ketua Bumdes,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Kondisi ini dinilai ironis. Pasalnya, pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto tengah mendorong penguatan sektor ketahanan pangan berbasis desa, termasuk melalui pengelolaan Bumdes yang aktif dan produktif.
Menurut Irpan, program ketahanan pangan seharusnya menjadi prioritas utama desa. Namun, minimnya minat warga untuk terlibat sebagai pengurus justru menjadi tanda tanya besar.
“Program presiden jelas, ketahanan pangan harus diutamakan. Tapi di sini malah belum terbentuk kepengurusannya,” katanya.
Situasi ini memunculkan dugaan adanya persoalan mendasar di tengah masyarakat.masyarakat teroma dengan adanya kejadian dimasa lalu.
Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya mengaku ragu untuk terlibat karena takut tersandung masalah di kemudian hari. Selain itu, transparansi dan dukungan dari pemerintah desa juga disebut-sebut belum maksimal.
Jika kondisi ini terus berlarut, bukan tidak mungkin Desa Durian Daun akan tertinggal dalam memanfaatkan peluang ekonomi desa. Padahal, Bumdes bisa menjadi motor penggerak usaha lokal, mulai dari pengelolaan hasil kebun hingga penguatan sektor pangan.
Kini, publik menanti langkah konkret dari pemerintah desa dan pemangku kepentingan terkait untuk memecah kebuntuan ini. Tanpa kepemimpinan yang jelas, mimpi besar ketahanan pangan di tingkat desa terancam tinggal wacana.(WT)














