Asosiasi Driver online (ADO)

ADO Sumsel Gelar Aksi Duka 3.000 Driver Ojol di Palembang, Desak Transparansi Kasus Tewasnya Affan

4
Oplus_131072

 

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS,— Ribuan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan memadati halaman depan Markas Polda Sumatera Selatan, Sabtu, 30 Agustus 2025. Mereka datang bukan dengan teriakan amarah, melainkan dengan doa dan sholawat untuk mengenang rekan seprofesi mereka, Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta, dua hari sebelumnya.

Sekitar 3.000 massa yang hadir membentuk lautan jaket hijau-hitam. Dari atas mobil komando, Ustadz Toyib memimpin doa dan pembacaan Surat Al-Fatihah. Suasana hening, sebagian besar peserta tak kuasa menahan air mata. “Kami mohon agar almarhum diampuni dosanya dan ditempatkan di surga Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Toyib, suaranya lirih melalui pengeras suara.

Trauma yang Membekas

Ketua DPD ADO Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan, dalam orasinya menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian Sumatera Selatan yang tidak menurunkan pasukan Brimob maupun kendaraan taktis untuk mengawal aksi. “Kami masih trauma. Kalau Brimob atau barakuda diturunkan, itu hanya akan memperburuk kondisi psikologis teman-teman,” kata Asrul.

Namun, Asrul menegaskan bahwa ADO Sumsel tidak akan berhenti hanya pada doa. Mereka menuntut transparansi penuh terkait insiden yang menewaskan Affan. “Jangan ada yang ditutup-tutupi. Sebutkan siapa pelakunya, pangkatnya, dan tugasnya. Kalau terbukti bersalah, pecat dan beri sanksi sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Oplus_131072

Lima Tuntutan ADO Sumsel

Dalam aksi damai tersebut, ADO Sumsel merumuskan lima tuntutan utama:

  1. Menyampaikan duka cita dan simpati atas wafatnya Affan Kurniawan.
  2. Mendesak Polri mengusut tuntas tindakan anarkis oknum Brimob.
  3. Menuntut transparansi penuh dalam proses penyelidikan.
  4. Menuntut sanksi tegas sesuai aturan hukum bagi pelaku.
  5. Meminta Kapolri memberikan perhatian khusus bagi keluarga korban.

Usai aksi, ADO Sumsel langsung mengumumkan penggalangan dana di delapan titik lampu merah di Palembang selama tiga hari. Bantuan itu, kata Asrul, akan disalurkan langsung ke keluarga Affan sebagai bentuk solidaritas. “Ini bukti nyata bahwa kami satu hati dengan korban dan keluarganya. Dukungan moral saja tidak cukup, kami harus hadir secara material,” ujarnya.

Respons Kepolisian

Aksi damai itu direspons langsung oleh Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugiharto, dan Dirintelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Hadi Wiyono. Keduanya menemui peserta aksi dan menyampaikan belasungkawa serta ikut memberikan sumbangan untuk keluarga almarhum Affan Kurniawan. “Alhamdulillah, aksi ini berjalan damai dan tidak anarkis. Semoga Sumsel bisa jadi contoh bagi daerah lain,” pungkasnya.(WNA)

Exit mobile version