BeritaBanyuasinDinas PUBMTRKementerian KebudayaanNasionalPeristiwa

Aliran Air Tersumbat Proyek Tol, Jalintim Palembang–Betung Terancam Lumpuh

33
×

Aliran Air Tersumbat Proyek Tol, Jalintim Palembang–Betung Terancam Lumpuh

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

BANYUASIN,SUMSEL JARRAKPOS COM – Genangan air kembali menghantui pengguna Jalan Lintas Timur (Jalintim)
Palembang–Betung, khususnya di wilayah Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran warga karena air terlihat menggenangi badan jalan dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Pantauan di lokasi, media sumsel jarrakpos.com Senin (2/11/2026) pagi, genangan tampak memenuhi sisi hingga badan jalan. Sejumlah pengendara sepeda motor harus melintas secara perlahan untuk menghindari genangan, sementara kondisi bahu jalan terlihat basah dan berlumpur.

Warga menduga genangan tersebut berkaitan dengan perubahan aliran air di sekitar lokasi pembangunan proyek Jalan Tol Palembang–Betung. Pembangunan infrastruktur memang membutuhkan penataan kembali sistem drainase dan saluran air, namun warga meminta persoalan tersebut jangan sampai mengorbankan keselamatan serta kelancaran pengguna Jalintim.

Sorotan warga terutama diarahkan kepada pihak pelaksana proyek, PT Waskita, agar segera memastikan saluran air di sekitar proyek berfungsi dan tidak ada aliran yang terhambat.

“Kalau air ini tidak segera dialirkan, kami khawatir hujan susulan membuat genangan semakin tinggi. Jangan sampai kendaraan tidak bisa melintas dan Jalintim lumpuh total,” keluh warga di sekitar lokasi.

Warga menilai persoalan genangan tidak boleh dianggap sepele. Jalintim Palembang–Betung merupakan jalur utama dengan aktivitas kendaraan yang cukup padat. Jika air terus menggenangi badan jalan, bukan hanya perjalanan masyarakat yang terganggu, tetapi risiko kecelakaan juga semakin besar.

Proyek Tol Jangan Sampai Menyisakan Masalah Baru
Pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung sejatinya diharapkan menjadi solusi untuk memperlancar konektivitas dan mengurangi beban lalu lintas. Namun, manfaat besar tersebut jangan sampai dibarengi persoalan baru di wilayah sekitar proyek, terutama menyangkut drainase dan aliran air.

Warga Suak Tapeh meminta PT Waskita tidak menunggu kondisi semakin parah. Saluran air yang diduga terganggu akibat pekerjaan proyek harus segera diperiksa dan ditangani bersama pihak terkait.

Sebab, jika hujan kembali mengguyur sementara genangan tidak memiliki jalur pembuangan yang memadai, ancamannya bukan lagi sekadar jalan tergenang.
Jalintim bisa lumpuh, kendaraan bisa terjebak, dan masyarakat kembali menjadi pihak yang menanggung dampaknya.

Warga berharap pihak pelaksana proyek dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan penyebab genangan sekaligus membuka kembali aliran air yang tersumbat.

Jangan sampai pembangunan jalan tol yang digadang-gadang membawa kemajuan justru membuat jalan nasional di sekitarnya menjadi korban genangan.

Kini warga menunggu tindakan nyata, bukan sekadar penjelasan.(WT)