Berita

Hampir 1.000 Pengusaha dari 9 Negara Berkumpul di Palembang, Investasi Sumsel Jadi Sorotan

23
×

Hampir 1.000 Pengusaha dari 9 Negara Berkumpul di Palembang, Investasi Sumsel Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Hampir 1.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sembilan negara menghadiri Konferensi Dunia ke-12 Paguyuban Masyarakat Anxi di Palembang, Sumatera Selatan. Pertemuan tiga tahunan ini diharapkan menjadi pintu masuk investasi asing ke sejumlah sektor strategis, termasuk pelabuhan, kawasan industri, pertanian, dan perkebunan.

Ketua Umum Paguyuban Anxi Sumatera Selatan, Sukarta Buyung, mengatakan, Palembang terpilih menjadi tuan rumah konferensi internasional tersebut setelah penyelenggaraan sebelumnya di Makau. Malaysia dijadwalkan menjadi tuan rumah konferensi ke-13, yang direncanakan bertepatan dengan peringatan 100 tahun Paguyuban Anxi.

Menurut Sukarta, delegasi internasional yang hadir mencapai sekitar 500 orang. Mereka berasal dari Cina, Taiwan, Hong Kong, Makau, Malaysia, Singapura, Myanmar, Vietnam, dan Amerika Serikat.

Selain delegasi asing, kegiatan ini diikuti peserta dari sejumlah daerah di Indonesia, antara lain Surabaya, Jakarta, Jambi, dan Riau, serta anggota paguyuban dari Palembang.

Sukarta menyebut sejumlah peserta merupakan pengusaha yang tergabung dalam kamar dagang dan industri di negara masing-masing. Namun, potensi kehadiran mereka sebagai investor masih perlu ditindaklanjuti melalui penjajakan dan kesepakatan bisnis konkret.

“Harapan kami, mereka tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga membawa modal dan keahlian untuk berinvestasi di Sumatera Selatan,” kata Sukarta. Minggu (25/10/2026).

Tanjung Carat Jadi Salah Satu Sasaran Investasi

Salah satu potensi yang ditawarkan kepada para pengusaha adalah pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat dan kawasan industri di Sumatera Selatan.

Menurut Sukarta, kedua sektor tersebut dapat menjadi peluang bagi investor untuk terlibat dalam pengembangan infrastruktur dan kegiatan ekonomi daerah. Ia berharap pertemuan lintas negara itu menghasilkan kerja sama yang memberikan manfaat bagi perekonomian Sumatera Selatan.

Humas Paguyuban Anxi Palembang, Harun, mengatakan peluang kerja sama juga terbuka di sektor sumber daya alam, pertanian, perkebunan, hingga industri alat berat.

Meski demikian, realisasi investasi akan bergantung pada tindak lanjut pertemuan, kesiapan proyek, kepastian regulasi, serta keputusan masing-masing investor. Kehadiran delegasi pengusaha dalam konferensi belum dengan sendirinya menunjukkan adanya komitmen penanaman modal.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut penyelenggaraan konferensi tersebut sebagai peluang untuk memperluas jejaring ekonomi daerah. Pemerintah daerah berharap forum internasional itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Palembang Perkenalkan Potensi Daerah

Para delegasi mulai berdatangan pada 24 Oktober 2026. Selama berada di Palembang, mereka juga diajak mengunjungi sejumlah destinasi, termasuk Pulau Kemaro dan Jembatan Ampera.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata dan keramahan masyarakat setempat kepada para tamu dari berbagai negara.

Konferensi Paguyuban Masyarakat Anxi mempertemukan komunitas yang memiliki ikatan historis dan kekerabatan dengan wilayah Anxi di Provinsi Fujian, Cina. Selain mempererat hubungan antar anggotanya, forum ini berpotensi menjadi sarana membangun jejaring perdagangan dan investasi lintas negara.

Bagi Sumatera Selatan, tantangan berikutnya adalah mengubah pertemuan tersebut menjadi kerja sama bisnis yang terukur, terutama melalui investasi yang terealisasi, pengembangan industri, dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. (*)